SMAN 5 Mataram Jadi Tempat Belajar Penerapan SKS

Kunjungan dari SMAN 1 Labuhan Haji ke SMAN 5 Mataram  untuk studi tiru implementasi SKS, pada Rabu, 5 Agustus 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMAN 5 Mataram banyak dikunjungi sejumlah sekolah yang ingin belajar penerapan Sistem Kredit Semester (SKS). Hal itu dikarenakan SMAN 5 Mataram sebagai sekolah yang relatif cukup lama menjadi penyelenggara SKS di NTB.

Kepala SMAN 5 Mataram, Drs. H. Arofiq, M.M., SMAN 5 Mataram menerima banyak tamu dan undangan dari SMA di NTB. Ada yang langsung datang ke SMAN 5 Mataram dari Pulau Sumbawa. Ada juga yang mengundang SMAN 5 Mataram sebagai narasumber di kegiatan seminar atau workshop di sekolah masing-masing.  “Banyaknya tamu dan undangan menjadi berkah tersendiri bagi SMAN 5 Mataram,” ujarnya.

Iklan

Menurutnya, kembali digalakkannya penerapan SKS pada satuan pendidikan SMA di wilayah NTB tidak terlepas dari arahan Kepala Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd, M.Pd., ketika mulai menjabat. Selain itu, NTB adalah pelopor penyelenggaraan SKS sejak tahun 2005. Kemudian penyelenggaraan SKS di NTB diadopsi oleh beberapa SMA di luar NTB.

Ia mengatakan, ada 14 sekolah di NTB yang sejatinya sebagai penyelenggara SKS sesuai SK Kepala Dikpora Tahun 2005. Namun, SMAN 5 Mataram yang berhasil dan secara berkelanjutan tetap sebagai penyelenggara SKS. SMAN 5 Mataram satu diantara 600 SMA se-Indonesia penyelenggara SKS saat ini.

“Setiap tahun seluruh SMA penyelenggara SKS berkumpul secara nasional yang diwadahi Kemendikbud RI karena penyelenggaraan SKS adalah program strategis nasional dalam peningkatan mutu pendidikan nasional,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kemendikbud RI telah menetapkan beberapa regulasi sebagai untuk mengawal implementasi penyelenggaraan SKS di SMA. Di antaranya UU Nomor 20/2003 Sisdiknas Pasal 12 ayat (1) b, PP No 19/2005, 32/2013 SNP Pasal 11 (PP 19/2005) dan PP 32/2013, Pasal 11 s.d 18 dihapus. Bahkan dalam Permendikbud No 158/2014 sangat gamblang menyatakan tentang penyelenggaraan SKS yaitu Pasal Pasal 1 ayat (2) Sistem Kredit Semester selanjutnya disebut SKS adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang peserta didiknya menentukan jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan/kecepatan belajar.

Menurut Arofiq, Kepala Dinas Dikbud NTB, Aidy Furqan sejak mulai menjabat selalu menegaskan tentang praktik baik dan mendorong SMA se-NTB sebagai penyelenggara SKS.

Sampai Senin (3/8), sudah ada empat SMA yang datang langsung dan menandatangani kontrak kerja sama Sister School di SMAN 5 Mataram. Di antaranya, SMAN 1 Palibelo Kabupaten Bima, SMAN 1 Gerung, SMAN 1 Kota Bima, dan SMAN 1 Dompu. Ada beberapa sekolah yang sudah meminta jadwal kunjungan ke SMAN 5 Mataram. Namun, untuk SMA di Kota Mataram banyak yang mengundang langsung ke sekolah masing-masing.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Purni Susanto pihaknya mendorong penerapan SKS di SMA. SKS bukan seperti sistem akselerasi, sistem ini ditutup, karena hanya mengakomodasi anak-anak cerdas, siswa biasa saja diabaikan sehingga menimbulkan jarak. Sedangkan sistem SKS mengakomodasi semua siswa, “Kalau SKS melayani dengan kebutuhan masing-masing, berkeadilan, tidak diskriminasi, yang cerdas dilayani, menengah dilayani, dan yang bawah dilayani,” katanya. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here