SMAN 5 Mataram Gelar Workshop Implementasi New Edmodo dalam Kegiatan Pembelajaran

Koordinator Program, Endang Supriatna bersama Sekretaris Koordinator Program SMAN 5 Mataram, Muhammad Sofyan berfoto bersama dengan para guru peserta workshop implementasi aplikasi new edmodo dalam kegiatan pembelajaran, pada Kamis, 17 Juni 2021.(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) –  SMAN 5 Mataram menggelar workshop implementasi aplikasi new edmodo dalam kegiatan pembelajaran, pada Kamis, 17 Juni 2021. Kegiatan itu merupakan rangkaian dari workshop yang dibiayai dan didukung dari kerja sama Australia-Indonesia dalam program Building, Relationships Through, Intercultural, Dialogue & Growing Engagement (BRIDGE) School Partnerships. Workshop ini diikuti oleh guru SMAN 5 Mataram dan guru dari sekolah lainnya yang bekerja sama dalam program BRIDGE.

Kepala SMAN 5 Mataram, Drs. H. Arofiq, M.M., menyampaikan, workshop ini terkait implementasi model pembelajaran, salah satunya pengenalan new emodo. Pihaknya memperdalam penggunaan aplikasi tersebut, terutama untuk pembelajaran moda daring.  Pembelajaran tatap muka (PTM) akan dilengkapi dengan pembelajaran daring. Ia juga menekankan, diharapkan setelah workshop, penggunaan aplikasi ini bisa bermanfaat dan ditindaklanjuti oleh para guru.

Iklan

Koordinator Program sekaligus narasumber workshop, Endang Supriatna ditemui di sela-sela kegiatan menyampaikan, aplikasi new edmodo adalah salah satu aplikasi pembelajaran daring, yang bisa digunakan untuk jarak jauh dan juga jarak dekat di kelas. “Cocok sekali di masa pandemi untuk pembelajran jarak jauh. New edmodo bentuk pembelajaran daring yang lebih lengkap, karena di situ ada diskusi, ada tes, kita bisa tampilkan materi pembelajaran, bisa tampilkan diskusi pembelajaran jarak jauh, bisa juga membuat tugas dan tes jarak jauh, hampir semua, lengkap,” jelasnya.

Bahkan bukan cuma siswa, tetapi bisa melibatkan orang tua siswa untuk memantau sejauh mana siswa belajar dengan baik. Menurut Endang, belum semua orang memakai aplikasi ini, tetapi bisa menjadi inovasi baru. “Karena kita bisa lihat progres anak-anak, nilai dari awal sampai akhir. Nilainya bisa diekspor, ini membantu guru, sistem akan membantu guru,” katanya.

Ia menyampaikan materi tentang pengenalan new edmodo, cara menerapkan new edmodo di dalam kelas, cara siswa bergabung dan praktik di kelas, dan cara teknis lainnya. Ia mengharapkan, setelah dari workshop ini para peserta bisa menerapkannya dalam proses pembelajaran.

Sekretaris Koordinator Program yang juga Humas SMAN 5 Mataram, Muhammad Sofyan menambahkan, pihaknya mengundang 30 orang guru, yang terdiri dari 10 guru SMAN 5 Mataram dan 20 guru dari sekolah lain yang bekerja sama dalam program BRIDGE.

Dalam pembukaan kegiatan juga dilakukan telekonferensi dengan perwakilan BRIDGE di pusat, Fahra Amiroeddin. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan ini bermanfaat dan tetap berkelanjutan. Tidak terbatas dalam program ini saja, para guru tetap bisa mengaplikasikan dalam pembelajaran, terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Sebelumnya, SMAN 5 Mataram juga menggelar workshop Smart Board pada Rabu (16/6). Pelatihan penggunaan alat smart board dan perangkat lunaknya, diikuti oleh 20 orang guru SMAN 5 Mataram. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional