SMA Sederajat di Loteng Gunakan Kombinasi Daring dan Luring

Suasana MPLS di SMAN 1 Jonggat yang diselenggarakan secara tatap muka terbatas. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  SMA sederajat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melaksanakan pembelajaran di awal tahun ajaran 2021/2022 dengan mengombinasikan daring dan luring. Pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB di Loteng, Nur Ahmad pada Selasa, 13 Juli 2021 menyampaikan, sesuai arahan dan kepala Dinas Dikbud NTB dan edaran gubernur, bahwa untuk daerah Loteng  dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan ketat. “Karena secara umum daerah Lombok Tengah termasuk zona oranye penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Iklan

Nur Ahmad menjelaskan, untuk pembelajaran termasuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru di Loteng sebagian besar menggunakan perpaduan atau kombinasi tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan ketat, dan pembelajaran secara daring atau jarak jauh.

“Kami berpesan, secara khusus agar sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan kami dari KCD bersama pengawas sekolah senantiasa memantau dan mengawasi,” ujar Nur Ahmad.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala SMAN 1 Jonggat, Dian Iskandar Jaelani menyampaikan, pihaknya melaksanakan pembelajaran dan MPLS secara luring dengan memakai sistem sif pagi dan siang, dengan membagi absen siswa ganjil dan genap. Ia menekankan, pihaknya melaksanakan tatap muka dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

Dian menyampaikan, materi yang diberikan antara lain kebijakan penyelenggaraan pendidikan di NTB pada masa Covid-19 dari KCD Dikbud Loteng, dan tertib berlalu lintas dan keselamatan berkendara dari Polres Loteng. Di samping itu ada beberapa materi lainnya.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., sebelumnya menyampaikan tahun ajaran 2022/2022 terhitung mulai Senin, 12 Juli 2021. Layanan pembelajaran pada tahun ajaran baru dilaksanakan melalui tatap muka atau luring dan daring untuk sekolah yang berada pada zona oranye, kuning, dan hijau. “Sedangkan satuan pendidikan yang berada pada zona merah menerapkan layanan pembalajaran daring atau Belajar dari Rumah (BDR) terhitung mulai tahun pelajaran 2021/2022 sampai dengan  ketentuan lebih lanjut,” ujarnya.

Sekolah diminta melakukan persiapan layanan pembelajaran dengan mengisi data periksa pada laman Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud untuk menentukan kesiapan satuan pendidikan. Sekolah juga diminta menyiapkan fasilitas protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer, masker, dan lainnya. Menyiapkan amteri esensi dan non esensi menjadi bahan ajar atau penugasan untnuk kegiatan tatap muka dan BDR. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional