SLB Sulit Terapkan MPLS Daring bagi Siswa Kelas Awal

Kepala Bidang Pembinaan PK-PLK Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari saat mengunjungi SLBN 2 Lombok Barat.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Mataram mulai pekan juga mempengaruhi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Mataram, terutama saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). SLB relatif sulit menerapkan MPLS secara daring bagi siswa kelas awal jenjang TK dan SD, karena pihak sekolah perlu mengetahui lebih jauh karakter anak berkebutuhan khusus.

Kepala SLBN 2 Mataram, Winarna pada Rabu, 14 Juli 2021 menyampaikan, pihaknya menerapkan dua versi untuk MPLS, yaitu tatap muka terbatas atau luring dan MPLS jarak jauh. MPLS tatap muka dikhususkan bagi murid yang baru memulai sekolah yaitu di jenjang TK dan SD. Sementara untuk MPLS daring atau jarak jauh untuk siswa jenjang SMP dan SMA. Menurutnya, siswa yang baru masuk sekolah sangat sulit dikondisikan untuk luring. Namun, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Iklan

“Sebab yang baru mulai sekolah sangt sulit dikondisikan untuk luring,karena kita belum tahu karakter siswanya dan belum familiar dengan orangtuanya. Tentu kita lakukan dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., mengunjungi SLBN 2 Lombok Barat pada Rabu, 14 Juli 2021 menyampaikan, pembelajaran bagi siswa SLB yang berada di daerah selain Kota Mataram merujuk kepada hasil keputusan yang sudah disepakati oleh Satgas Covid-19 setempat.

“Apakah daerah mereka hijau, kuning, atau oranye. Kalau masih dalam keadaan zona-zona tersebut masih diperbolehkan tatap muka terbatas dengan selalu memperketat protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Eva menegaskan, sekolah harus mengatur jam belajar maksimal 3,5 jam per harinya bagi sekolah yang diperbolehkan laksanakan pembelajaran tatap muka. Bagi sekolah yang berada di zona selain zona merah mengombinasikan pembelajaran luring dan daring.

Sedangkan, untuk SLB di Kota Mataram yang sedang dalam masa PPKM darurat, harus melaksanakan pembelajarna daring. “Sekolah melaksanakan daring dalam proses kegiatan pembelajarannya,” ujarnya. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional