Skrining PMI Diperketat, Pemprov Antisipasi Varian Baru Corona Masuk NTB

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB memperketat skrining terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri. Mereka harus menjalani pemeriksaan dan karantina selama lima hari di tempat karantina terpadu yang disiapkan Pemprov NTB dan Pemda Kabupaten/Kota.

‘’Memang kita skriningnya harus lebih ketat. Selama ini memang, kita menerima kepulangan PMI ini, skrining dilakukan secara ketat dari awal. Karena tidak ada PMI yang lolos dari pemantauan kita,’’ ujar  Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 4 Maret 2021.

Iklan

Wagub mengatakan, semua Pemda Kabupaten/Kota proaktif melaporkan jika ada warganya yang baru pulang dari luar negeri sebagai PMI. Seperti Lombok Timur, yang menyiapkan tempat karatina terpadu bagi PMI yang baru pulang dari luar negeri di Rusunawa Labuhan Lombok.

‘’Jadi, tidak ada PMI yang begitu datang langsung ke rumah. Semua harus diskrining dan itu sudah kita lakukan sejak sebelumnya,’’ terang Wagub.

Dengan skrining yang ketat, lanjut Wagub, belum ditemukan kasus varian baru Corona masuk NTB. Untuk itu, skrining ketat yang dilakukan harus semakin diperketat lagi.

‘’Karena sistemnya sudah bagus. Tinggal semakin kita perketat saja. Untuk meyakinkan bahwa varian baru Corona ini tidak cepat menyebar di NTB,’’ ujarnya.

Wagub menegaskan semua PMI yang baru pulang dari luar negeri atau lewat penerbangan langsung dari Malaysia ke Lombok wajib menjalani karantina selama lima hari. Pemprov menyiapkan tempat karantina terpusat di Asrama Haji NTB sejak Januari lalu.

‘’Jadi, setiap PMI yang datang, tidak ada yang langsung pulang ke rumahnya, ndak boleh.  Sehingga ke depan harus diyakinkan itu berjalan semuanya secara konsisten dan baik dan semakin ketat,’’ tandasnya.

Rohmi menambahkan, varian baru Corona ini lebih cepat menular dibandingkan virus sebelumnya. Sehingga, ia mengingatkan masyarakat tetap patuh terhadap potokol kesehatan, salah satunya tetap menggunakan masker.

Sebagaimana diketahui, varian baru virus Corona sudah masuk ke Indonesia. Dengan ditemukannya dua kasus varian baru Corona B117  di Kerawang Jawa Barat. Masyarakat yang terpapar merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Wagub menjelaskan, NTB saat ini sedang menggencarkan tracing. Semakin banyaknya ditemukan kasus positif karena tracing dan testing yang dilakukan petugas kesehatan semakin gencar di kabupaten/kota.

Menurutnya, semakin cepat ditemukan kasus positif,  maka penanganan terhadap pasien yang terpapar semakin cepat juga dan bisa menekan angka kematian.

‘’Jadi memang saya mendorong untuk menggencarkan tracing. Ndak usah kaget dengan jumlah positifnya. Kaget itu kalau banyak yang meninggal,’’ pungkas Wagub. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional