SKD CPNS dan PPPK Dimulai 8 September, Lotim Gratiskan Rapid Antigen 8.454 Peserta Seleksi

Salmun Rahman. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pelaksanaan tes akan dimulai tanggal 8 September dengan waktu pelaksanaan selama 14 hari.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Drs. Salmun Rahman, menjelaskan, persiapan untuk pelaksanaan SKD CPNS dan PPPK non guru ini sudah siap dengan lokasi pelaksanaan gedung CAT BKPSDM Lotim. Pihaknya sudah menyiapkan 100 komputer klien yang akan digunakan dalam tahap seleksi.

Iklan

 “Insya Allah kita sudah siap untuk menyelenggarakan seleksi SKD CPNS dan PPPK yang dimulai 8 September 2021,” terang Salmun Rahman, Rabu, 1 September 2021.

Dalam tahap seleksi SKD ini, Salmun menjelaskan akan dilakukan dengan empar sif setiap hari, kecuali hari Jumat. Kebijakan ini diambil mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Setiap hari 4 sif kecuali hari Jumat,”sebutnya.

Adapun jumlah peserta yang akan ikut tes SKD sebanyak 3.154 orang. Selain memenuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19, seluruh peserta diwajibkan dapat menunjukkan kartu vaksin atau swab antigen.

Gratiskan Rapid Antigen

Selain itu, ujarnya, Pemkab Lotim akan menggratiskan  biaya rapid antigen kepada 8.454 peserta seleksi CASN.  “Itu ketentuan dari panitia seleksi nasional (Panselnas),”  ujarnya.

Diterangkan,  kegiatan tes peserta CASN ini digelar dibeberapa tempat. Khusus CASN non guru sebanyak 3.204 orang ini digelar di gedung BKPSDM Lotim menggunakan fasiltas Computer Assisted Test (CAT). Sedangkan untuk tenaga guru sebanyak 5.250 orang digelar di enam titik gedung SMA/SMK di Kecamatan Selong, Sakra dan Pringgabaya  Lotim. “Seperti di SMKN 1 Selong dan SMKN 2 Selong untuk Kecamatan Selong,” sebutnya.

Khusus tempat seleksi guru ini langsung dibawah kendali Kemendikbud, yakni bagi pelamar CASN untuk PPPK maupun CPNS.  Kegiatan rapid tes antigen ini digelar H-1 seleksi. Kalau ditemukan ada yang positif maka langsung akan dikarantina. Mereka yang positif katanya tidak kemudian langsung gugur sebagai peserta. Jika sudah sehat dari Covid, maka akan dibuatkan jadwal ulang. “Kalau positif harus karantina dan bisa susulan nanti,” sebutnya. (yon/rus)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional