SK Guru Non PNS Diterbitkan Januari

Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Muh. Suruji (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menyampaikan akan menerbitkan SK Penugasan bagi guru non PNS yang memenuhi syarat sebagai guru kontrak daerah pada bulan Januari 2019. Guru non PNS yang memenuhi syarat itu telah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) Non PNS bagi guru normatif-adaptif, guru produktif, dan guru SLB.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin. Ia mengungkapkan, guru yang telah memenuhi syarat akan diberikan SK penugasan pada Bulan Januari ini. “Karena baru selesai UKG untuk guru produktif dan SLB, Insya Allah, Bulan Januari ini terbit SK-nya,” katanya.

Iklan

Namun Suruji menekankan, SK yang diberikan kepada guru non PNS bukan SK penempatan, tapi SK penugasan. Dengan begitu pihaknya tidak melanggar aturan, meskipun masih ada perdebatan terkait pengangkatan guru non PNS.

“Kami berikan SK Penugasan supaya jangan terjadi perdebatan. SK ini juga bisa untuk pengajuan sertifikasi,” kata Suruji.

Pada UKG Non PNS normatif-adaptif, pesertanya sebanyak 5.837 orang. Peserta yang memperolah nilai di atas 60,00 sampai dengan 100 hanya sebanyak 593 orang. Pada UKG Non PNS lalu, ada tiga kategori tes, yaitu Tes Potensi Akademik atau materi umum. Tes kedua yaitu kompetensi pedagogik yang merupakan kompetensi yang dimiliki oleh guru untuk strategi pembelajaran. Dan, ketiga yaitu tes Profesional atau tes yang secara spesifik mengarah ke kompetensi mata pelajaran.

Sementara UKG Non PNS produktif dan SLB dilaksanakan Bulan Desember 2018 lalu yang diikuti sebanyak 1.132 peserta. Sebelumnya, ditargetkan, guru Non PNS yang memenuhi syarat akan memperoleh SK Gubernur pada akhir tahun 2018 lalu. Penempatan bagi mereka akan dilaksanakan pada awal tahun 2018 ini.

Suruji mengakui, dengan sudah adanya guru Non PNS yang direkrut, angka kekurangan guru masih tetap tinggi. Terutama kekurangan guru produktif yang mengajar di SMK. “Sangat kekurangan guru, terutama guru produktif,” katanya. (ron)