SK Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk Sumbawa Akhirnya Terbit

Syirajuddin. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Petani di Sumbawa bisa sedikit bernafas lega. Menyusul keluarnya SK alokasi pupuk bersubsidi. Kepala Dinas Pertanian Sumbawa, Ir. Syirajuddin, yang dikonfirmasi Senin, 4 Januari 2021, menyebutkan SK alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021 untuk Sumbawa dari Pemerintah Provinsi NTB baru saja diterbitkan. Kuota untuk Sumbawa, Urea sebanyak 38.036 ton, SP-36 sebanyak 369 ton, ZA 5.075 ton, NPK 15.017 ton.

Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) Urea, Rp2.250 per Kg, SP-36 Rp2.400 per Kg, ZA Rp1.700 per Kg, NPK Rp2.300 per Kg. HET ini, kata Syirajuddin mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. HET Urea semula hanya Rp1.800 per Kg dan NPK Rp2.300 per Kg.

SK dari Pemprov juga meminta Kepala Dinas Kabupaten/Kota untuk segera ditindaklanjuti dengan menetapkan alokasi per kecamatan. Memperhatikan penyaluran pupuk bersubsidi dan usulan eRDKK 2021 masing masing kecamatan. Serta segera menetapkan SK Tim Verifikasi dan Validasi tingkat Kecamatan. Untuk memverifikasi penyaluran pupuk bersubsidi yang belum menggunakan kartu tani.

Mengingat terbatasnya kuota pupuk bersubsidi khususnya Urea tahun ini, petani diharapkan bisa menggunakan pupuk secara efektif. “Kuota tahun 2020 sebesar 38.797 ton. Tahun 2021 sebesar 38.036 ton. Hampir sama. Masih jauh dari kebutuhan eRDKK kita. Jatahnya terbatas, makanya kita berharap petani bisa menggunakan pupuk secara efektif,”harap Syirajuddin, Senin, 4 Januari 2021.

Selain itu, lanjutnya, petani bisa menggunakan pupuk organik sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan pupuk. (arn)