SK 1.000 Guru Non PNS Segera Diteken

Kadis Dikbud NTB, H. Muh. Suruji (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – SK penugasan sekitar 1.000 lebih guru SMA/SMK/SLB non PNS masih berada di meja Gubernur NTB. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mengaku sudah menaikkan draf SK penugasan guru non PNS tersebut ke gubernur untuk diteken atau ditandatangani.

‘’Masih di Pak Gubernur. Beliau masih telaah. Sudah kita naikkan,’’ kata Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji dikonfirmasi di Mataram.

Iklan

Suruji mengatakan, pada 2018 sudah dilakukan UKG bagi guru honorer SMA/SMK/SLB sebanyak dua kali. Pada UKG Non PNS normatif-adaptif, pesertanya sebanyak 5.837 orang. Peserta yang memperolah nilai di atas 60,00 sampai dengan 100 hanya sebanyak 593 orang.

Pada UKG Non PNS lalu, ada tiga kategori tes, yaitu Tes Potensi Akademik atau materi umum.  Tes kedua yaitu kompetensi pedagogik yang merupakan kompetensi yang dimiliki oleh guru untuk strategi pembelajaran. Dan, ketiga yaitu tes profesional atau tes yang secara spesifik mengarah ke kompetensi mata pelajaran.

Sementara,  UKG Non PNS produktif dan SLB dilaksanakan Bulan Desember 2018,  diikuti sebanyak 1.132 peserta. Untuk yang lulus UKG tahap II ini, kata Suruji hampir 500 orang. Sehingga total guru non PNS yang sedang diproses SK-nya lebih dari 1.000 orang.

‘’Sekitar 1.000 orang sudah naik SK-nya ke Pak Gubernur. Ketika Pak Gubernur sudah ACC untuk menerbitkan SK penugasan, diatur siapa ditugaskan di mana. Intinya, masing-masing akan ditugaskan di sekolah sekarang tempatnya honor,’’ kata Suruji.

Namun, jika pada sekolah yang sekarang gurunya sudah terpenuhi, maka akan digeser ke sekolah lain yang masih kekurangan.

Rencananya Dinas Dikbud akan kembali melakukan UKG setelah pelaksanaan UN mendatang. Diharapkan, guru yang lulus UKG dapat mencapai 2.000 – 3.000 orang, agar kekurangan guru yang kompeten dapat terpenuhi.

Sementara itu, bagi guru honorer yang tidak lulus UKG, akan diupayakan menjadi TU, pustakawan dan laboran. ‘’Kita anggarkan Diklat pustakawan atau laboran.  Kita tak mau ada yang terbuang. Cuma caranya harus bertahap,’’ tandas Suruji. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here