Sita Kayu Diduga Ilegal, Pol PP Bersitegang dengan Warga

Bima (Suara NTB) – Dinas Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Linmas Kabupaten Bima, menggelar pemantauan rutin terhadap maraknya illegal logging di wilayah Kecamatan Monta dan Tambora, Sabtu, 18 Februari 2017. Namun aparat Pol PP mendapat perlawanan dari warga yang merasa kayu yang diangkut bukan hasil perambahan hutan.

Saat menuju ke lokasi, petugas menghentikan laju sebuah kendaraan pick up yang memuat puluhan kubik kayu jenis sonokeling, yang diduga hasil penebangan liar, di jalan lintas Tente-Parado atau tepatnya di Desa Tangga Kecamatan Monta.

Iklan

Saat akan diamankan dan dibawa ke kantor setempat, puluhan warga tiba-tiba datang menghadang. Mereka melengkapi dengan sajam dan mengancam petugas. Beruntung aksi tersebut tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, karena diselesaikan dengan musyawarah.

Dansat Pol PP dan Linmas Kabupaten Bima, H. Sumarsono SH, MH membenarkan hal tersebut. Namun lantaran jumlah petugas lebih sedikit daripada jumlah warga yang menghadang, apalagi menggunakan sajam, mobil pick up yang memuat puluhan kubik tersebut terpaksa dilepaskan.

“Kami lepaskan karena ada kesepakatan warga, tidak akan melakukan hal itu. Lagipula kegiatan kami sifatnya hanya pemantauan,” katanya.

Dia menegaskan, Kecamatan Parado, Langgudu dan Monta merupakan titik yang rawan terjadinya illegal logging. Apabila terus dibiarkan, dengan sendirinya hutan-hutan di tiga wilayah ini akan hancur.

“Tapi Insya Allah kami akan laksanakn operasi gabungan bersama aparat Polsek dan Danramil awal Maret mendatang,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here