Siswi SMK 4 Mataram Meninggal Usai Apel Sumpah Pemuda

Mataram (suarantb.com) – Seorang pelajar Kelas XI Jurusan Usaha Perjalanan Wisata SMKN 4 Mataram meninggal dunia usai mengikuti upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88, Jum’at pagi, 8 Oktober 2016. Siswi bernama Septiani, asal Pelembak tersebut meninggal sekitar pukul 08.00 saat istirahat di ruang kelas bersama teman-temannya. Demikian disampaikan Koordinator BK SMKN 4 Mataram, I Gede Sudrawan.

Ia mengatakan Septiani masih dalam keadaan bugar sesaat setelah selesai upacara. Teman-temannya mulai khawatir ketika Septiani mengeluhkan perih di bagian perut. Tak berselang lama, Septiani memuntahkan darah segar dari mulut dan hidungnya. Hal itu menimbulkan kepanikan di ruang kelas tersebut. Sudrawan bersama beberapa rekan guru melarikan Septiani ke Rumah Sakit Bhayangkara, namun nyawa Septiani tak tertolong dan meninggal di perjalanan.

Iklan

Diceritakan Sudrawan, Septiani memang kerap sakit-sakitan. Beberapa minggu sebelumnya Septiani sempat sakit dan tidak masuk sekolah selama tiga hari. Ia mengidap penyakit paru-paru basah dan maag kronis. Namun menurut Sudrawan, Septiani tidak menjalani pengobatan secara intensif.

“Anak kita ini memang tertutup, tidak mau menunjukkan rasa sakit dan sebagainya. Dia tutup sendiri,” ungkapnya, Jum’at, 28 Oktober 2016.

Namun pagi sebelum meninggal, ibunda dari Septiani mengatakan anaknya sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Menurut Sudrawan, kejadian ini tak diduga sebelumnya. Septiani selama ini memiliki riwayat sakit-sakitan dan selalu mendapatkan kompensasi untuk tidak ikut di pelajaran olahraga, pagi itu ia tampak masih bugar.

Dugaan sementara meninggalnya hanya diakibatkan oleh riwayat penyakit yang diderita sebelumnya. Sudrawan mengatakan tidak ada kemungkinan keracunan makanan dan sejenisnya, sebab dalam selang waktu tersebut Septiani tidak terlihat memakan sesuatupun selain sarapan dari rumahnya.

“Tidak dapat diketahui pastinya, karena kan tidak dilakukan otopsi. Langsung dipulangkan. Diduga karena memang maag kronisnya itu,” paparnya. (rdi)