Siswi SMA Pelaku Video Mesum Dikeluarkan dari Sekolah

Dompu (Suara NTB) – Kasus video mesum yang diduga melibatkan siswi SMAN 2 Dompu dengan seorang pemuda yang diketahui sopir angkutan umum di Dompu akhirnya dikeluarkan dari sekolah. Video itu sendiri direkam warga di daerah wisata pantai Jambu dan sepasang muda mudi ini diduga juga dipalak perekam video.

Kepala SMAN 2 Dompu, Bambang Hermanto, S.Pd, MBA kepada Suara NTB, Senin, 31 Oktober 2016 mengakui, anak perempuan yang masih mengenakan seragam sekolah putih abu di tempat terbuka pada daerah wisata dalam video mesum merupakan siswi kelas 3 di SMAN 2 Dompu.

Iklan

Insiden ini cukup membuat nama sekolah tercemar, apalagi pada baju siswi tersebut terdapat badge bertulis SMAN 2 Dompu. “Jalan terakhirnya, saya kembalikan ke orang tuanya karena saya anggap sekolah ini tidak mampu lagi memberi didikan. Tapi kita beri ruang ia dipindahkan ke sekolah lain,” ungkap Bambang Hermanto.

Bambang Hermanto mengaku, pihaknya mengetahui ada video mesum yang melibatkan siswinya setelah mengetahui dari rekan sesama siswanya. Pihak guru kemudian menelusuri dan memprosesnya hingga memanggil wali murid.

Langkah Kepala SMAN 2 Dompu ini disambut baik kepala Dinas Dikpora Dompu, H. Ichtiar, SH. Kepala wartawan, H Ichtiar menegaskan, apa yang dilakukan siswi SMAN 2 Dompu tersebut tidak patut untuk dicontoh. Sehingga diserahkan kepada wali murid untuk membinanya. “Tapi kita tetap memberi peluang kepada yang bersangkutan untuk mengikuti ujian,” kata H Ichtiar.

Jasman, keluarga siswi yang terlibat dalam video mesum mengatakan, pihak keluarga mengetahui kasus video mesum adiknya setelah dipanggil pihak sekolah. Pihak keluarga pun langsung menemui perekam video di Desa Lune Kecamatan Pajo. “Saat kita tanya, dia hanya mengaku merekam, tapi tidak tahu siapa yang menyebar luaskan videonya,” katanya.

Pihak keluarga, kata Jasman, rencananya akan menikahkan adik kandungnya tersebut. Pasangan mesum adiknya telah menghadap keluarga dan menyatakan kesiapan untuk menikahi adiknya. “Dia (pasangan mesum) sudah datang, nyatakan siap bertanggungjawab. Kemarin dia sempat bersembunyi menyelamatkan diri setelah terungkap kasusnya,” jelasnya.

Untuk kelanjutan sekolah adiknya, Jasman juga mengaku, pihak keluarga telah berkoordinasi dengan salah satu sekolah swasta di Dompu. Paling tidak, sekolah ini akan dijadikan tempat ujian sekolah dan ujian nasional agar memperoleh ijazah SMA.

Sementara Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Priyo S, S.IK yang dihubungi terpisah, mengaku belum mendapatkan laporan terkait kasus video mesum yang melibatkan siswi SMA. Jika siswi SMA masuk kategori anak – anak, maka akan dikenakan undang – undang perlindungan anak. Bila siswa SMA tersebut tidak lagi menjadi anak, maka bisa dikenakan pasal pornografi atau undang – undang ITE. “Tapi sampai sekarang belum ada laporannya,” ungkapnya. (jun/ula)