Siswa Tak Lulus Jalur Zonasi, Besok, Dikbud Janjikan Kepastian Sekolah

Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan, menemui masyarakat yang menanyakan kepastian bersekolah bagi siswa tidak lulus PPDB jalur zonasi.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Orang tua/wali siswa yang anaknya tidak diterima di tiga pilihan sekolah saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi tahun ajaran 2020/2021 kembali mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB pada Senin, 13 Juli 2020. Dinas Dikbud NTB menjanjikan kepastian sekolah yang akan menampung calon siswa tersebut pada Rabu, 15 Juli 2020.

Sebagian besar dari orang tua/wali siswa yang mendatangi Dinas Dikbud NTB kemarin, meminta kepastian dan kebijakan untuk calon siswa yang belum mendapatkan sekolah negeri. Mereka ditemui oleh Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran panitia PPDB.

Iklan

Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan, mengatakan pihaknya menjanjikan kepastian tersebut akan didapat pada Rabu, 15 Juli 2020. “Panitia PPDB akan mendistribusikan siswa-siswa tersebut ke sekolah-sekolah negeri yang belum terpenuhi kuotanya,” ujarnya.

Calon siswa yang tidak lulus pada PPDB jalur zonasi yang diumumkan pada Rabu, 8 Juli 2020 lalu cukup banyak, lebih dari 100 orang. Mereka sudah memilih tiga pilihan sekolah sesuai zona tempat tinggal, tapi ketika pengumuman, mereka tidak lulus di salah satu sekolah tersebut. Calon siswa yang tidak lulus seleksi PPDB paling banyak terjadi di Kota Mataram. Di samping itu, di daerah lain juga terjadi kondisi hampir serupa.

Aidy mengatakan, bagi pendaftar yang tidak diterima di salah satu sekolah yang berada di zona tempat tinggalnya, akan dicarikan jalan keluar. Terutama akan dimasukkan ke sekolah yang kuota siswa barunya belum terpenuhi. “Sebab kalau kami paksakan di sekolah yang kuota sudah terpenuhi, ruangan belajar tidak cukup, tidak bisa dipaksa,” katanya.

Untuk PPDB SMA, ada empat jalur yang dibuka yaitu jalur zonasi dengan kuota minimal 60 persen, jalur afirmasi dengan kuota paling banyak 20 persen, jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak lima persen, dan jalur prestasi dengan kuota paling banyak 15 persen. Kuota per rombongan belajar SMA maksimal 32 orang.

  Ombudsman Siapkan Mekanisme Pengaduan Masyarakat saat PPDB

Ketua Panitia PPDB Provinsi NTB yang juga Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Muhammad Fauzan mengatakan, bagi pendaftar yang tidak diterima di tiga pilihan sekolah akan dimasukkan ke sekolah yang belum terpenuhi. Ia menyebutkan, untuk di Kota Mataram, sekolah yang kuotanya belum terpenuhi antara lain SMAN 8 Mataram, SMAN 10 Mataram, dan SMAN 11 Mataram. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here