Siswa SMAN 5 Mataram Ikuti UKBI Adaptif

Sejumlah siswa SMAN 5 Mataram saat mengikuti tes UKBI adaptif pada Rabu, 9 Juni 2021 dan Kamis, 10 Juni 2021. Program ini merupakan kerja sama Kantor Bahasa NTB dan SMAN 5 Mataram.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Siswa SMAN 5 Mataram mengikuti tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) adaptif pada Rabu, 9 Juni 2021 dan Kamis, 10 Juni 2021. Program yang merupakan kerja sama Kantor Bahasa NTB dan SMAN 5 Mataram ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan kelas XI. Peserta UKBI dari SMAN 5 MatAram akan menjadi bagian dari 8000 siswa NTB yang merupakan kuota NTB dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kepala SMAN 5 Mataram, H. Arofiq memobilisasi siswa kelas X dan Kelas XI untuk mengikuti tes UKBI adaptif, bahkan menjadwalkannya dalam jadwal Penilaian Akhir Tahun (PAT) semester genap. Langkah persuasif dari kepala sekolah ini mendapatkan momentum yang tepat karena waktunya bersamaan antara pelaksanaan UKBI dan PAT.

Iklan

“Selain itu, UKBI adapatif yang merupakan program nasional ini sangat penting untuk siswa dan pihak sekolah dalam pemetaan siswa,” ujar Arofiq.

Menurutnya, dalam tes UKBI Adaptif, siswa akan menyelesaikan lima seksi penilaian yaitu seksi I Mendengarkan, seksi II merespon kaidah, seksi III membaca, seksi IV menulis dan seksi V menulis. Setelah itu, siswa akan mendapatkan skor dari masing-masing seksi penilaian. Skor UKBI adaptif akan memberikan informasi level kemahiran berbahasa bagi siswa itu sendiri dan pihak atau instansi yang membutuhkan. Hampir sama dengan skor tes kemampuan bahasa asing, siswa akan mendapatkan sertifikat dan bisa dipergunakan sesuai kebutuhan.

Tes UKBI yang diikuti sama dengan tes sebelumnya masih gratis, siswa hanya menyiapkan kuota internet bagi siswa yang menggunakan gawai sendiri. Namun, bagi siswa yang tidak ada kuota, sekolah dan Kantor Bahasa NTB menyiapakan fasilitas tes UKBI mulai dari tempat, komputer, dan jaringan internet.

Pada tes sebelumnya, siswa Smala atas nama Ida Ayu Neska Kelas X MIPA 2 meraih skor tertinggi se-NTB dengan skor 605. Hal ini yang memotivasi Kepala SMAN 5 Mataram untuk memberikan test UKBI bagi siswa.

“Gratis, dan sangat bermanfaat bagi siswa dan sekolah, dari UKBI adaptif ini setidaknya sekolah memiliki gambaran kemampuan siswa dalam memahami bahasa indonesia. Dari sini juga kami bisa menentukan gerak dan arah kebijakan yang sesuai kebutuhan siswa. Karena dengan kemampuan Bahasa Indonesia yang baik, menentukan daya tangkap siswa pada penyerapan materi pembelajaran di kelas” terang H. Arofiq.

Untuk diketahui UKBI adaptif adalah program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang bertujuan Untuk menyetarakan bahasa Indonesia agar sejajar dengan bahasa-bahasa besar di dunia. UKBI merupakan tes standar untuk mengetahui kemahiran berbahasa penutur bahasa Indonesia. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional