Siswa dan Guru SMK Dibekali Kewirausahaan

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, H. Muh. Yahya, bersama Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan saat membuka pengenalan dan pembekalan wirausaha bagi siswa dan guru.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB memberikan pengenalan dan pembekalan wirausaha kepada sejumlah guru dan siswa, pada Rabu, 25 November 2020 di SMKN 4 Mataram. Para siswa dan guru tersebut dikenalkan mengenai gerai AisLah (Aktivitas Istimewa Sekolah). Serta memberi pembekalan dalam membuat minuman kopi siap saji kepada para siswa

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., menjelaskan, pelatihan itu diikuti oleh beberapa SMK yang memiliki jurusan pengolahan hasil pertanian. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gelar Budaya NTB Gemilang yang dilaksanakan selama pekan ini. Pembekalan wirausaha itu berfokus pada mengenai gerai AisLah, yang saat ini memiliki produk minuman kopi kekinian dengan berbagai varian rasa.

“Agar anak-anak ngerti tentang boga atau konsumsi kopi kekinian, sedang marak digandrungi oleh anak muda,” kata Yahya.

Ia menjelaskan, kegiatan pembekalan ini bertujuan memantik jiwa kewirausahaan di kalangan siswa. Menurutnya, pihaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk mengetahui ruang dan peluang mengembangkan dirinya, salah satunya melalui bisnis kopi ini. Di samping memberikan pembekalan mengenai kopi AisLah, mereka juga diberikan pengetahuan mengenai bisnis daring.

Nantinya, AisLah tidak sekadar mengembangkan kopi, tapi juga mengembangkan berbagai produk di masing-masing sekolah. “Nantinya potensi lain juga akan dikembangkan, sehingga kita berharap sistem dan pola ini menjadi model dalam pengembangan kewirausahaan, khususnya dengan kopi,” katanya.

Pembekalan itu diisi oleh pihak manajemen AisLah yang diisi oleh kalangan profesional, yaitu Farah Bunga Nurani, Hajrul Azmi, dan Dody Adi Wibowo.

Farah Bunga Nurani dari manajemen AisLah menyampaikan, pihaknya memberikan materi tentang pemasaran, teknik peracikan kopi, dan tentang budidaya kopi. “Diharapkan siswa SMK tidak cuma beli dari produk, terus mengerjakannya, tapi mereka paham mulai dari menanam kopi, sampai peracikan kopi,” katanya. (ron)