Sistem Daring Dinilai Tak Efektif, Dewan Sarankan Sekolah Gelar PTM Secara Bertahap

M. Badran Acsyid, Achmad Dewanto Hadi. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pandemi Covid-19 cukup mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat. Selain masalah sosial dan ekonomi, pandemi Covid-19 juga mempengaruhi sektor pendidikan yang mengharuskan pembelajaran secara daring (online). Akan tetapi, sistem daring ini dinilai kurang efektif dan disarankan supaya pembelajaran tatap muka (PTM) digelar secara bertahap.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Lotim, M. BadranAcsyid, SE, kepada Suara NTB, Jumat, 23 Juli 2021. Badran berpandangan, pembelajaran sistem daring tersebut memiliki banyak kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa. Mulai dari ketersediaan sarana prasarana, kemauan hingga keseriusan siswa dan guru dalam menggelar pembelajaran daring tersebut. Bahkan yang tidak kalah penting mempengaruhi interaksi sosial antara siswa dengan siswa ataupun guru dengan siswa.

Iklan

 “Kita sangat berharap pembelajaran tatap muka dilaksanakan saja. Tapi tentu dikakukan secara bertahap dan memperhatikan protokol kesehatan,”saran politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Ia juga mengingatkan kepada yayasan atau madrasah agar tidak memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 dengan menjual buku kepada siswa untuk dipelajari di rumah. Alangkah baiknya buku yang berkaitan dengan bahan ajar diberikan secara gratis ke siswa, karena masyarakat saat ini menghadapi situasi sulit di sektor ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang hampir memasuki dua tahun.

 “Sekolah dan madrasah kan sudah ada dananya dari BOS. Kita berharap tidak lagi membebani siswa dengan membeli buku paket dengan harga yang cukup mahal,”harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Achmad Dewanto Hadi, S.T.,MT., mengatakan dalam persiapan proses pembelajaran tatap muka pada tahun pembelajaran baru beberapa waktu lalu. Pihak sekolah sudah menyiapkan sarana protokol kesehatan yang diawali dengan penyemprotan disinfektan ke semua kelas. Termasuk mengatur kembali jarak bangku di semua kelas serta penentuan jumlah siswa pada setiap sif.

Ditegaskannya, pedoman pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini mengacu pada standar operasional prosedural (SOP) pada surat edaran empat menteri. Sementara, apabila ada siswa atau guru ditemukan positif atau reaktif, maka sekolah tersebut akan ditutup selama 14 hari ke depan. (yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional