Sistem ATCS untuk Jinakkan Kemacetan Butuh Rp 10 Miliar

Mataram (Suara NTB) – Dalam mengontrol kemacetan di Kota Mataram, khususnya di jalur-jalur protokol, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram rencananya akan memasang ATCS (Area Traffic Control System). Untuk pemasangan sistem ini, diperkirakan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 10 miliar. Demikian disampaikan Kepala Dishub Kota Mataram melalui Kepala Bidang Angkutan, H. Lalu Wirajaya, ST.,M.Si, Selasa, 21 Maret 2017 di kantornya.

Anggaran ini disebutkan Wirajaya nantinya akan berasal dari APBN dan pemasangan ATCS akan dikhususkan di ruas jalan nasional. “Ada sembilan titik di ringroad (jalan lingkar) dan sudah dipersiapkan untuk dipasangi ATCS,” jelasnya.

Iklan

Angka Rp 10 miliar tersebut baru perkiraan. Dari nilai tersebut, sebesar 30 persen juga rencananya akan digunakan untuk biaya operasional. “Estimasinya 30 persen untuk biaya operasional,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Dishub Kota Mataram, Drs. Cukup Wibowo, M.MPd menyampaikan melalui sistem ini, traffic light yang ada di berbagai persimpangan jalan dapat dikontrol secara langsung melalui sistem ini. “Itu nanti praktek-praktek yang terjadi di simpul-simpul traffic light itu bisa terkontrol. Dengan demikian praktek kemacetan itu harus diurai dan sebagainya akan bisa nampak,” jelasnya.

Program ini sedang dirancang Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas. Rencananya ATCS akan terpasang 2018 mendatang. “Ini yang sedang kami rancang. Proposal sedang kami sampaikan di Satker untuk Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

ATCS ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Mataram dengan pemerintah pusat dalam merespons kemajuan Kota Mataram yang membutuhkan program rekayasa lalu lintas dengan cara modern. “Ini butuh biaya yang tidak murah,” ujarnya.

Memang disebutkan Cukup anggaran ini pada awalnya berasal dari pemerintah pusat. Namun pihaknya juga harus mengalokasikan anggaran untuk operasional dan perawatan peralatan. “Maintenance-nya akan menjadi tanggung jawab kabupaten/kota yang ada ATCS-nya itu,” jelasnya.

Dalam mengatasi kemacetan, Dishub juga mendorong warga memanfaatkan transportasi publik. Hal ini menurut Cukup juga butuh perubahan atau penyesuaian kultur masyarakat yang selama ini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here