Sisir Pasar, Satpol PP NTB Amankan 340 Bungkus Rokok Ilegal

Tim Satpol PP NTB dan Bea Cukai Mataram menyita barang bukti tembakau iris kemasan tanpa cukai yang ditemukan dalam operasi yustisi pada dua pasar di Loteng. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan operasi yustisi penegakan hukum terkait cukai rokok/tembakau iris kemasan atau cukai ilegal pada sejumlah pasar dan distributor di wilayah Lombok Tengah (Loteng). Kegiatan yang digelar 5 – 6 November lalu itu berhasil mengamankan 340 bungkus rokok ilegal.

Kepala Satpol PP NTB, Drs. L. Dirjaharta, M. Si kepada Suara NTB, Minggu, 11 November 2018, menjelaskan salah satu sumber pendapatan pendapatan daerah adalah sektor pajak dan cukai berdasarkan UU No.11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Iklan

Salah satu sektor pajak dan cukai yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah NTB adalah hasil tembakau yang produksinya cukup menjanjikan. Di pasaran, kata Dirjaharta, masih dijumpai peredaran tembakau tanpa cukai/tembakau ilegal maupun rokok ilegal yang dijual atau diedarkan tanpa cukai.

‘’Sehingga berpotensi merugikan daerah dan masyarakat,’’ ujarnya.

Untuk itu, dalam rangka peningkatan pendapatan daerah dari cukai tembakau, Pemprov telah membentuk tim terpadu pengawasan, pencegahan, dan pemberantasan cukai rokok/tembakau ilegal. Tim melakukan monitoring dan evaluasi, operasi yustisi di pasar lokal dan kegiatan lainnya yang terkait dengan cukai tembakau untuk menekan peredaran gelap terhadap rokok ilegal.

Dijelaskan, operasi yustisi yang dilakukan dimaksudkan untuk melakukan penindakan dan penegakan peraturan yang berlaku terkait dengan cukai/rokok ilegal terhadap para pedagang dan distributor. Bagi yang ditemukan mengedarkan rokok atau tembakau ilegal, maka diberikan teguran atau ultimatum agar tak mengulangi mengedarkan tembakau/rokok tanpa cukai.

Mantan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB ini menjelaskan pada 5 November lalu, Satpol PP bersama Bea Cukai Mataram berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sengkol dan Mandor Pasar Sengkol. Pada kesempatan tersebut dibahas tentang kondisi pasar dan peredaran rokok/tembakau di sekitar pasar tersebut.

Tim kemudian melakukan penyisiran sekaligus pemantauan langsung ke beberapa pedagang di Pasar Sengkol yang menyediakan tembakau iris kemasan. Tim mengamankan 4 bungkus tembakau tanpa cukai milik Aryadi, Pemilik UD. Sampurna Cap Kembang Tunjung yang diproduksi UD. Barokah Tani. Selain itu, tim juga menyisir pedagang lainnya, Hj.Mulianah pemilik UD. Mulya Jaya. Ia menjual tembakau kasturi, tetapi memiliki cukai tembakau.

Selanjutnya, 6 November 2018, Satpol PP NTB bersama Bea Cukai bergerak menuju Pasar Mujur, Kecamatan Praya Timur. Setelah berkoordinasi dengan Camat Praya Timur dan petugas Pasar Mujur, tim kemudian melakukan penyisiran.

Di Pasar Mujur, tim Satpol PP NTB dan Bea Cukai mengamankan 336 bungkus tembakau tanpai cukai atau rokok ilegal. Sebanyak 252 bungkus diamankan dari Ibu Mardiana pemilik UD. Lian, tembakau kasturi tanpa cukai dengan merk Tembakau Dua Mawar. Diamankan juga 84 bungkus tembakau tanpa cukai/rokok ilegal milik Hj. Zaenab.

‘’Kemudian tim yustisi juga melaksanakan operasi penertiban di sepanjang pertokoan yang ada di Jalan Mujur. Namun tidak ditemukan pelanggaran terhadap pedagang tembakau iris kemasan tanpa pita cukai,’’ bebernya.

Selanjutnya, tindakan yang diambil adalah mengamankan seluruh barang bukti sekaligus sosialisasi oleh petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bea Cukai yang dibuktikan dengan berita acara penindakan. Selain itu, pembinaan oleh Bea Cukai Mataram terhadap para pedagang atau distributor tembakau iris kemasan yang belum memahami dan belum melaksanakan prosedur yang ada sesuai aturan tentang cukai tembakau.

Dari kedua pasar tersebut, sebut Dirjaharta, berhasil diamankan 340 bungkus tembakau tanpa cukai atau rokok ilegal. Seluruh barang bukti diamankan Bea Cukai Mataram untuk ditindaklanjuti.

‘’Karena sebelumnya tim sudah melakukan sosialisasi selama beberapa bulan. Namun kenyataannya di lapangan masih banyak ditemukan tembakau kemasan iris tanpa dilekati cukai beredar luas di masyarakat,’’ jelasnya.

Bagi pemilik dianjurkan mengurus pita cukainya ke Bea Cukai Mataram. Serta pedagang diimbau tak lagi menjual tembakau iris kemasan tanpa cukai. Dan diperingatkan bahwa petugas akan melakukan penindakan tegas bila perlu mempidanakan oknum atau pedagang/distributor yang tidak mau menaati aturan. (nas/*)