Sirra Prayuna : Saya Bela Ahok karena Tugas Partai

Mataram (suarantb.com) – Menjadi Ketua Tim Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama, membuat Sirra Prayuna menuai banyak kritikan dari rekan-rekannya di NTB. Pasalnya, putra daerah NTB ini, menjadi pengacara Ahok di tengah banyaknya warga NTB yang justru mengecam Ahok atas dugaan penistaan agama.

Menanggapi banyaknya kecaman atas dirinya, Sirra mengaku membela Ahok karena merupakan bagian dari tugas kepartaian. Ia mengaku diperintahkan secara langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan yang mengusung Ahok- Djarot untuk maju dalam bursa Pilgub DKI 2017.

Iklan

“Saya ini diperintah oleh partai dan ketua umum partai. Karena Ahok dan Djarot diusung oleh PDI Perjuangan. Saya bertanggungjawab di seluruh daerah untuk bidang hukum. Baik terhadap gubernur, bupati, dan walikota. Saya bela Rano Karno, saya bela lainnya. Karena tugas partai,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa, 8 November 2016.

Menurutnya, itu merupakan tugas kepartaian yang harus dijalaninya sebagai seorang anggota partai. Ia juga mengatakan, tidak semua masyarakat NTB mengecam dirinya atas sikapnya yang maju sebagai tim pembela Ahok. “Karena masyarakat NTB, ada juga Golkar, ada Nasdem, Hanura, dan lainnya,” ucapnya.

“Apakah dengan membela Ahok saya kafir? Tidak. Saya pernah membela Ustad Abubakar Baashir tahun 1998 bersama Almarhum Bang Buyung. Enggak ada yang salah. Tugas advokat untuk membangun keseimbangan hukum secara profesional dan proporsional. Sehingga bisa memenuhi asas keadilan yang seadil-adilnya,” jelasnya.

Sementara terkait sikap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang turun langsung dalam aksi 411, menurut Sirra, itu merupakan pilihan masing-masing individu. Sehingga ia pun menghargai sikap tersebut. Begitu pula dengan Buni Yani asal Lombok Timur, yang diduga penyebar video Ahok, Ia mengatakan tetap menjalin hubungan baik.

  Cerpenis Asal Mataram Ini Terpilih sebagai Penulis 'Emerging' dalam Ajang UWRF 2017

“Buni Yani kawan saya juga. Kita saling menghargai. Dia tidak mengecam saya, dan saya tidak mengecam dia. Teman-teman saya bela Buni Yani, saya hormati. Enggak boleh dong saya kecam. Itu tugas profesi dia sebagai advokat,” pungkasnya.

Hingga saat ini, sekitar 100 orang Tim Kuasa Hukum Ahok, maju untuk membela Ahok. Masing-masing mayoritasnya merupakan kader gabungan partai koalisi, yakni, PDIP, Nasdem, Golkar, dan Hanura. Sementara terkait teknis pembelaan, Sirra mengaku akan membela Ahok layaknya seorang advokat yang membela kliennya seperti biasa. Tidak ada hal khusus yang disiapkan.

“Kita akan menanti gelar perkara nanti. Untuk sementara ini tidak ada hal khusus yang disiapkan. Kita tunggu gelar perkara. Saya tegaskan lagi, ini perintah partai. Merupakan bagian tugas kepartaian, sehingga secara pro bono (gratis) saya membela (Ahok),” tutupnya. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here