Sirkuit MotoGP Mandalika Dijadwalkan Rampung Juni 2021

Jalan kawasan The Mandalika sudah mulai terbangun. ITDC butuh investasi mencapai hingga Rp9 triliun untuk mengembangkan kawasan The Mandalika. (ITDC/kir)

Praya (Suara NTB) – Direktur Utama PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M. Mansoer mengatakan, proses pembangunan sirkuit motoGP di kawasan The Mandalika masih terus berjalan. Dengan capaian pembangunan secara keseluruhan sudah mencapai 40 persen. Sehingga ditargetkan bulan Juni 2021 mendatang, pembangunan sirkuit tersebut sudah rampung.

Dalam rilis yang diterima Suara NTB, Selasa, 18 Agustus 2020 kemarin, Abdulbar mengatakan, progres pekerjaan ground work atau pekerjaan tanah telah mencapai 60 persen. Untuk pengerjaan land clearing seluas 429.175 m2 atau 81,77 persen, pemasangan pagar beton precast keliling sepanjang 5.502 m atau 88,03 persen dan galian tanah track sepanjang 239.065 m atau 95,45 persen. Kemudian untuk timbunan tanah sudah mencapai 64,78 persen atau 225.846 m3, ground improvement seluas 5.481 m2 atau 33,14 persen.

Iklan

Ditegaskannya, meski tengah ada pandemi Covid-19, pengerjaan proyek sirkuit MotoGP Mandalika tetap berjalan. Seluruh proses pengerjaan proyek Sirkuit Mandalika dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang dikeluarkan Pemerintah. Dengan menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan, pengecekan suhu tubuh pekerjan secara berkala, membiasakan mencuci tangan, penggunaan APD serta penerapan physical distancing.

Kami pastikan hingga saat ini proses pembangunan Sirkuit Mandalika terus berlangsung dan berjalan sesuai timeline yang direncanakan, tegasnya.

Saat ini pihaknya tengah berupaya fokus melakukan percepatan penyelesaian pembangunan Sirkuit Mandalika. Sehingga event MotoGP 2021 bisa terlaksana dengan lancar. Yang pada akhirnya bisa memberikan manfaat besar bagi daerah dan Indonesia pada umumnya.

Setidak ada tiga manfaat besar yang bisa diperoleh dari penyelenggaraan MotoGP di kawasan The Mandalika. Pertama dari aspek country branding jelas akan membuat nama Indonesia semakin dikenal. Kemudian event tersebut bisa menjadi tourism attraction yang bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke daerah ini.

Sebagai sebuah tourism attraction, penyelenggaraan MotoGP bakalan mampu menghasilkan multiplier effect yang besar. Antara lain penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang, memberikan tambahan investasi lokal sebesar 150 juta dollar AS serta menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang pertahun. Termasuk belanja wisatawan bisa meningkat mencapai 40 juta dollar AS per tahun dengan penyelenggaaran MotoGP tersebut.

Selain membawa dampak ekonomi, penyelenggaraan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, The Mandalika, NTB jelas akan meningkatkan country branding Indonesia sebagai negara tujuan sport tourism terkemuka. Hal ini tidak lepas dari besarnya magnitude penyelenggaraan event dan basis penggemar MotoGP dimana ajang MotoGP ditonton hampir 430 juta pemirsa televisi di seluruh dunia setiap minggunya dan ini pastinya akan memberikan benefit yang besar bagi Indonesia dan ITDC dalam jangka panjang, tutup Abdulbar. (kir)