Sirkuit MotoGP Lombok, NTB Harus Siapkan SDM Lokal

Kepala Bappeda NTB, H. Ridwan Syah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Lombok sudah ditetapkan menjadi tuan rumah MotoGP 2021. Keberadaan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tentunya akan berdampak secara sosial dan ekonomi. Untuk itu, Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Tengah (Loteng) harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) mendukung keberadaan KEK Mandalika.

‘’Terkait dengan dampak sosial ekonominya. Kita juga harus siapkan. Kita tidak hanya melihat sirkuitnya saja. Tetapi kebutuhan-kebutuhan yang lain sebagai pendukung pembangunan sirkuit juga harus kita pikirkan. Supaya memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP dikonfirmasi Senin, 25 Februari 2019 siang.

Iklan

Agar keberadaan KEK Mandalika yang menjadi lokasi diselenggarakannya MotoGP dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Maka mulai dari sekarang perlu meningkatkan kapasitas SDM lokal.

‘’Kita perlu duduk bersama dengan administrator KEK. Tapi kerangkanya dalam rangka mempercepat realisasinya. Karena itu akan bermanfaat bagi kebangkitan ekonomi di NTB,’’ katanya.

Ridwan mengatakan, Pemda sangat menyambut baik ditetapkannya Lombok menjadi tuan rumah MotoGP. Dikatakan, tidak semua negara dapat menjadi tuan rumah MotoGP. Dengan dipilihnya Lombok menjadi tuan rumah, maka  tentu akan berdampak kepada kunjungan wisatawan.

Dengan demikian Lombok akan menjadi semakin terkenal di dunia dengan diselenggarakannya ajang balapan tersebut di sirkuit Mandalika. Karena bukan hanya pecinta atau penonton MotoGP dari berbagai daerah yang akan datang menyaksikan secara langsung. Tetapi wisatawan mancanegara juga pasti akan datang ke Lombok.

‘’Lalu apa tugas kita Pemprov NTB?  Soal perizinan, nanti akan difasilitasi. KEK ini sudah memiliki administrator. Tentu nanti saya sebagai Sekretaris Dewan KEK Mandalika akan koordinasi. Apa-apa yang bisa kita percepat, kita bantu,’’ ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran MotoGP di KEK Mandalika akan membuat Lombok secara khusus dan NTB secara umum akan menjadi destinasi wisata baru di dunia. Wisatawan yang datang bukan hanya menikmati keindahan alam, tetapi ajang MotoGP akan menjadi magnet tersendiri. ‘’Karena mereka punya penggemar di seluruh dunia,’’ katanya.

Dengan ditetapkannya Lombok menjadi tuan rumah MotoGP, lanjut Ridwan, Dewan KEK Mandalika akan segera berkoordinasi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).  Apa saja yang diperlukan untuk mempercepat pembangunan sirkuit Mandalika.

Keberadaan sirkuit Mandalika pasti memerlukan infrastruktur pendukung. Misalnya, akses jalan dari Lombok International Airport (LIA-Kuta). Menurut Ridwan, pemerintah sudah merencanakan pembangunan by pass LIA-Kuta.

‘’Dengan adanya kegiatan itu volume lalu lintas akan padat. Ini semua akan kita koordinasikan. By pass LIA-Kuta masuk perencanaan Kementerian PUPR. Soal jalan sudah direncanakan jauh-jauh hari. Apalagi dengan adanya MotoGP ini akan mempercepat realisasi dari pemerintah,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer mengatakan sirkuit yang dibangun di KEK Mandalika  bukan sirkuit tertutup. Tetapi street circuit. Panjangnya 4,32 km. Untuk pembangunan sirkuit ini akan dilakukan bekerjasama dengan investor asal Perancis, Vinci Construction Grands Project.

Sirkuit yang dibangun mirip seperti Singapura dan Monako. Sirkuit MotoGP yang ada di Mandalika itu diperkirakan akan mampu menampung 115.000 penonton.

Abdulbar menyebutkan investasi yang sudah masuk di KEK Mandalika sekitar Rp17 triliun. Investasi terbesar dari Vinci mencapai Rp13,5 triliun yang akan dilakukan secara bertahap selama 15 tahun. Kemudian investasi pembangunan tujuh hotel dan lapangan golf sekitar Rp3 triliun lebih. (nas)