Sinyal Positif Menarik Investasi

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/ist)

GELARAN World Superbike (WSBK) Mandalika yang sukses digelar 19 – 21 November pekan lalu memberikan sinyal positif akan menarik investasi ke NTB. Pemprov meyakini, NTB akan dilirik oleh banyak investor.

“Realisasi investasi di masa-masa sulit ini, kita juga memberikan kemudahan-kemudahan. WSBK menjadi sinyal positif bagi dunia investasi NTB,” kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Selasa, 23 November 2021.

Iklan

Sebagai daerah tujuan investasi, NTB telah menunjukkan mampu menggelar event balap kelas dunia, yaitu Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan WSBK. ‘’Kemarin kita punya keberanian bahwa siap sebagai daerah tujuan investasi. Itu makna lain dari WSBK,’’ ujar mantan Kepala DPMPTSP NTB ini.

Gita mengatakan, gelaran WSBK bukan sekadar orang hiruk-pikuk  datang ke Mandalika. Tetapi lebih dari sekedaritu, bahwa NTB siap menerima investasi.

Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB mencatat ada 16 investor yang masuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada 2021. Sebanyak 16 investor tersebut dengan rencana investasi sebesar Rp4,28 triliun lebih.

Antara lain, PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan rencana investasi sebesar Rp905,53 miliar. Dengan jenis investasi aktivitas operasional fasilitas olahraga/investasi infrastruktur, Hotel Pullman.

Kemudian, PT. Air Indonesia Amerika dengan jenis investasi industri penampungan, penjernihan dan penyaluran air minum. Dengan rencana investasi sebesar Rp327,7 miliar. Selanjutnya, PT. Resort Indonesia Amerika, jenis investasi pembangunan Hotel Paramount dengan rencana investasi sebesar Rp1,29 triliun.

Lees Internasional Development, jenis investasi pembangunan Hotel Royal Tulip dengan rencana investasi sebesar Rp288 miliar. Selain itu, PT. Alam Hijau Mandalika, jenis investasi pembangunan mini mal dan hotel dengan rencana investasi Rp80 miliar.

Elmarmitra Perkasa, jenis investasi beach club dan hotel dengan nilai investasi sebesar Rp264,99 miliar. PT. Mosaique Jiva One Sky, membangun Lagoon Hotel/Mercure & Hotel dengan rencana investasi sebesar Rp360 miliar.

Mahkota Permata Mandalika, membangun Hotel Grand Aston dengan rencana investasi Rp300 miliar. PT. Palamarta Kuta Permai, akan membangun Hotel Harpard dengan rencana investasi Rp220 miliar.

Mandalika Mitra Bersama, jenis investasi aktivitas penempatan tenaga kerja dan konstruksi gedung dengan nrencana investasi Rp500 juta. PT. Kuta Mandalika Nusantara, pembangunan Hotel Pullman dengan rencana investasi Rp23 miliar.

Merese Mandalika Nusantara, pembangunan Hotel Clubmed dengan rencana investasi Rp20 miliar. PT. Mandalika Jaya Bersama, jenis investasi pembangunan Coco Mart dengan rencana investasi Rp30 miliar lebih.

Road Grip Motosport Indonesia, jenis investasi EO MotoGP dengan rencana investasi Rp2,5 miliar. PT. Lombok Intan Paradiso, jenis investasi pembangunan restoran dengan rencan investasi Rp40 miliar dan PT. Sinar Tiga Pilar, pembangunan Raja Hotel Kuta Mandalika dengan rencana investasi Rp101 miliar

Sebelumnya, Direktur Teknik & SDM ITDC, Taufik Hidayat menyebutkan, total komitmen investasi yang telah diterima sebesar Rp17 triliun. Terdiri dari Master Land Utilization & Development Agreement (LUDA) VINCI Construction Grands Projets (VCGP) USD 1 miliar atau setara dengan Rp14 triliun yang akan dilakukan bertahap selama 15 tahun. Kemudian LUDA dengan tujuh strategic investor yang berkomitmen membangun hotel senilai total Rp3 triliun. Komitmen pembangunan hotel sendiri sudah mencapai tidak kurang dari 1.700 kamar.

Dengan nilai komitmen investasi mencapai hingga Rp 17 triliun. Komitmen investasi tersebut dipastikan masih akan terus bertambah, seiring dengan proses pengembangan KEK Mandalika yang sampai saat ini terus berjalan. Komitmen investasi Terdiri dari Master Land Utilization and Development Agreement dengan investor asal Prancis Vinci dalam Vinci Construction Grands Projects (VCGP). Dengan nilai investasi senilai 1 miliar dolar Amerika atau setara Rp 14 triliun.

Ada juga komitmen investasi dengan tujuh strategic investor lainnya. Dengan nilai investasi mencapai Rp 3 triliun. Kebanyaknya komitmen investasi berupa pembangunan hotel dan fasilitas penunjang pariwisata lainnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional