Simulasi PTM, Sekolah Cari Cara Atasi Kehadiran Siswa di Luar Jadwal

Siswa SMPN 14 Mataram saat mengikuti protokol kesehatan saat memasuki lingkungan sekolah. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Sejumlah kendala muncul selama simulasi pembelajaran secara tatap muka di jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kota Mataram. Salah satunya adanya orang tua siswa yang mengantarkan anaknya di luar jadwal simulasi pembelajaran yang telah ditetapkan sekolah. Pihak sekolah akhirnya mencari cara agar siswa yang hadir di luar jadwal itu tidak menimbulkan kerumunan.

Kepala SMPN 14 Mataram, Chamim Tohari pada Senin, 18 Januari 2021 mengatakan, simulasi pembelajaran tatap muka di SMPN 14 Mataram berjalan dengan lancar dan baik sesuai program. Namun ada sedikit kendala yang terjadi, yaitu ada sebagian kecil orang tua siswa yang mengantarkan anaknya terlalu dini, dengan alasan orang tua sekalian berangkat kerja. Soluasi yang dipilih pihaknya, meminta siswa menunggu di tempat duduk yang disediakan di teras.

Iklan

“Karena siswa hanya boleh masuk kelas setelah disilakan guru, untuk mendisiplinkan anak agar tertib masuk kelas sesuai protokol kesehatan,” ujar Chamim.

Chamim juga menyampaikan, peran guru piket sebagai unsur Satgas Covid-19 di sekolah sangat efektif dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Terutama pembiasaan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak atau 3M. “Mereka bertugas mengawasi membimbing secara ketat dan lugas dalam pelaksanaan protokol kesehatan,” kata Chamim.

Hal yang sama juga terjadi di SDN 32 Cakranegara, Kepala SDN 32 Cakranegara, Sri Suhartini mengatakan, ada beberapa siswa yang datang lebih cepat dari jadwal seharusnya. Pihaknya meminta mereka pulang dan datang lagi sesuai jadwal. “Ada yang datang lebih cepat, tapi kami minta mereka pulang,” katanya.

SDN 32 Cakranegara menggunakan sistem blok, murid kelas VI masuk di hari Senin, menyusul kelas V di hari Selasa, kelas IV di hari Rabu, Kelas III di hari Kamis, kelas II di hari Jumat, dan kelas I masuk di hari Sabtu. Dalam satu hari dibagi menjadi dua sif, yaitu sif pertama dari pukul 7.30 sampai dengan 9.30 Wita. Jeda itu digunakan untuk penyemprotan disinfektan. Kemudian sif kedua pada pukul 10.00 sampai dengan 12.00 Wita. Jumlah maksimal di satu kelas sebanyak 18 orang. Pihaknya juga sudah menyiapkan berbagai sarana pendukung protokol kesehatan antara lain tempat cuci tangan, thermo gun, hand sanitizer, disinfektan, dan lainnya. (ron)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional