Simulasi PTM Belum Terlaksana, Sekolah di Mataram Tetap Laksanakan PJJ

Ida Ayu Putu Armyani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kota Mataram belum bisa melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di awal semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Sekolah tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara daring maupun luring.

Kepala SMPN 20 Mataram, Dra. Ida Ayu Putu Armyani pada Senin, 4 Januari 2021 menyampaikan, pembelajaran di SMPN 20 Mataram masih dengan cara PJJ melalui sistem daring maupun luring. Pihaknya melaksanakan diskusi dengan para guru tentang hambatan-hambatan yang terjadi pada PJJ semester lalu.

Iklan

“Kami membuat rencana untuk penyempurnaan pada semester ini dengan menyusun program inovatif dalam mengatasi permasalahan PJJ,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala SMPN 6 Mataram, Azizudin. Ia menyampaikan pembelajaran di SMPN 6 Mataram masih dilaksanakan secara pembelajaran jarak jauh. Pihaknya mengisi hari pertama semester genap dengan rapat bersama guru. “Kami masih melaksanakan PJJ,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, rencana simulasi  pembelajaran tatap  muka direncanakan tanggal 5 Januari 2021 belum dapat terlaksana. Hal itu karena jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 dari hari ke hari semakin bertambah di Kota Mataram. Adanya pro dan kontra masyarakat tentang rencana simulasi dan pembelajaran tatap muka di masa Covid-19 tersebut cukup tinggi.

Fatwir juga menyampaikan, Pemerintah Kota Mataram di dalamnya Gugus Kerja Covid-19, dinas yang terkait seperti Dinas Pendidikan, Kantor Kemenag, dan Dinas Kesehatan belum  dapat memberikan rekomendasi kepada siswa siswi TK, SD, dan SMP sederajat untuk masuk hadir belajar di sekolah.

“Sambutan Bapak Walikota pada acara pisah sambut Kapolres Kota Mataram tanggal 30 Desember 2020 di Pendopo Kota Mataram, bahwa seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kemenag harus  menunggu izin atau rekomendasi resmi dari Forkopimda untuk melaksanakan kegiatan tatap muka di sekolah. Karena banyak yang harus dikaji sebagai pertimbangan. Kesehatan para guru, siswa dan masyarakat itu yang terpenting,” jelas Fatwir.

Fatwir meminta masyarakat bersabar dan berharap wabah Covid-19 segear berakhir. Karena kesehatan dan keselamatan guru, siswa, dan masyarakat yang lebih penting. “Terima kasih tak terhingga dan permohonan maaf sebesar besarnya kepada para pengawas, Kepala TK, SD, dan  SMP sederajat yang telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk simulasi yang telah kita rencanakan, semoga ke depan persiapan ini menjadi lebih baik, lebih mantap,” pungkasnya. (ron)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional