Simulasi Penguatan untuk Sekolah di Zona Oranye Berlanjut

H. Aidy Furqan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pembukaan layanan pembelajaran tatap muka di jenjang SMA, SMK, dan SLB di zona kuning penyebaran Covid-19 tetap berlangsung. Sementara itu, simulasi penguatan tahap kedua untuk sekolah di zona oranye juga berlanjut mulai Senin, 26 Oktober 2020 sampai dengan Sabtu, 7 November 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., pada Minggu, 25 Oktober 2020 mengatakan, simulasi penguatan tahap kedua minggu ketiga dan ke empat dimulai Senin, 26 Oktober 2020 hari ini.

Iklan

Sebelumnya simulasi penguatan tahap pertama minggu pertama dan kedua serta pembukaan layanan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober 2020 sampai dengan Sabtu, 24 Oktober 2020. “Simulasi tetap mengacu pada surat edaran sebelumnya,” katanya.

Simulasi tahap kedua dan informasi pembelajaran tatap muka disampaikan melalui surat edaran Dinas Dikbud NTB Nomor : 420/4390.UM/Dikbud. Aidy menyampaikan, Agar pelaksanaan layanan tatap muka terbatas pada zona kuning yaitu Lombok Tengah, KLU dan Sumbawa tetap berlangsung sebagaimana pelaksanaan tatap muka pada minggu pertama dan kedua.

Di samping itu, sekolah juga diminta memaksimalkan pemanfaatan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dengan menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan dan membuat jadwal piket secara bergilir dari unsur guru atau siswa.

“Sekolah juga tetap menjalin komunikasi secara teratur dengan pusat layanan kesehatan pada masing-masing unit layanan kesehatan, seperti puskesmas, atau pustu terdekat,” katanya.

Sekolah yang melaksanakan layanan pembelajaran tatap muka melakukan pembelajaran tatap muka terbatas dengan sistem sif atau blok. Sementara sekolah yang menggelar simulasi penguatan diberikan kesempatan melaksanakan simulasi selama satu pekan dari dua pekan yang direncanakan. Sekolah dibagi secara bergiliran untuk melaksanakan simulasi setiap pekannya.

Sebelumnya Aidy mengatakan, tujuan dari simulasi pembelajaran tatap muka untuk mempersiapkan diri menuju tatanan baru. “Revisi SKB 4 menteri itu, zona hijau dan kuning boleh menggelar pembelajaran tatap muka, kita menuju zona kuning. Ini kita praktikkan dulu, agar jangan kaget nanti, kalau kaget kembali ke kondisi tidak terkendali, jadi maslaah lagi,” ujarnya. (ron)