Simulasi Belajar Tatap Muka, Sekolah di Lobar Maksimalkan Penerapan Protokol Covid-19

Murid di SDN 1 Gerung Utara melakukan simulasi belajar tatap muka, pihak sekolah siap menerapkan belajar di sekolah jika sudah diizinkan tim gugus tugas. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Tim Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Barat (Lobar) bersama tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) melakukan verifikasi kesiapan  terhadap delapan sekolah yang dijadikan contoh tatap muka pembelajaran di masa new normal Covid- 19. Sekolah yang sudah diverifikasi, yakni SMPN 1 Lembar, SMPN 2 Kuripan, SDN 1 Gerung Utara  dan SDN 1 Gelogor.

Dari hasil verifikasi tersebut, mereka meminta dan memberikan masukan kepada pihak sekolah untuk memperhatikan SOP protokol kesehatan. “Dari hasil verifikasi ini, kami bersama Dikbud melanjutkan kepada ketua tim  gugus tugas yakni Bupati Lombok Barat. Bupati yang memberikan izin tatap muka pembelajaran, “kata Kasi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dikes Lobar Muhammad Zainudin, Senin di SMPN 2 Kuripan, Senin, 14 September 2020.

Iklan

Ia menambahkan, sekolah harus memastikan kesehatan siswa, dengan mengecek suhu tubuh siswa pada saat kedatangan dan kepulangan mereka. Protokol kesehatan yang perlu diperhatikan juga, guru dan siswa harus mengunakan masker.” Usahakan tempat cuci tangan airnya mengalir. Tata letak kursi juga harus dikasih jarak satu setengah meter,” katanya saat mendampingi tim Dinas Dikbud Lobar.

Sementara itu, Kepala Bidang Dikdas Dikbud Lobar H. Muzapir, M.Pd., mengatakan Ketua Tim Gugus Tugas, yakni Bupati Lobar  sampai saat ini belum menggeluarkan izin tatap muka pembelajaran di masa new normal ini. Bupati menurutnya masih menunggu hasil verifikasi tim Dikes Lobar dan tim Dikbud Lobar terhadap kesiapan sekolah tatap muka. Sekolah harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan. “Baru empat sekolah yang sudah kami verifikasi dan memantau ke sekolah yang dijadikan contoh tatap muka,”katanya.

Rencanya, tanggal 15 September 2020, pihaknya bersama tim Dikes akan melanjutkan verifikasi dan pantuan langsung ke sekolah. Sekolah yang di tuju yakni SMPN 1 Labuapi, SMPN 1 Gunungsari, SDN 1 Dasan Tereng dan SDN 1 Sandik. “Rekomendasi ini kita lanjutkan ke Bupati. Kita tunggu keputusan ketua gugus tugas,”katanya  saat didampingi Kabid GTK Dikbud Lobar H. Sujai.

Sementara itu , Kabid GTK Dikbud Lobar H. Sujai mengatakan masa Belajar Dari Rumah (BDR) diperpanjang sampai tanggal 26 September 2020 mendatang. Sekolah yang masih memberlakukan BDR masih tetap melakukan pembelajaran secara daring dan luring. Sedang delapan sekolah yang dijadikan contoh tatap muka ini masih dilakukan verifikasi oleh tim.

Kepala SDN 1 Gerung Utara Sabariah mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mempersiapkan protokol kesehatan.Pihaknya pun telah menerapkan protokol kesehatan di sekolahnya untuk belajar tatap muka.

Menurutnya, dari simulasi tatap muka, tampak terlihat antusias siswa mengikuti tatap muka tersebut. “Mudah-mudahan bupati memberikan izin tatap muka berdasarkan hasil tim verifikasi tim Dkes dan Dikbud,”katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala SMPN 2 Kuripan Darsiah , persiapan tatap muka sudah dilakukan secara maksimal. Masukan dan saran dari tim Dikes dan Dikbud akan ditindaklanjuti. (her)