Simulasi Belajar Tatap Muka di Mataram Berjalan Lancar

Simulasi belajar tatap muka di SMPN 5 Mataram, Jumat, 15 Januari 2021. Sekolah membatasi jumlah peserta didik yang masuk setiap harinya untuk mencegah potensi penularan. Selain itu, selama proses belajar peserta didik juga memakai alat pelindung diri, baik berupa masker maupun pelindung wajah.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Simulasi belajar tatap muka di Kota Mataram yang dimulai pada Kamis, 14 Januari 2021 berjalan lancar. Dengan progres tersebut, seluruh peroses belajar di sekolah diharapkan dapat secara resmi dibuka pada akhir Januari mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Lalu Fatwir Uzali, menerangkan berdasarkan hasil pantauannya di beberapa TK, SD, dan SMP yang ada seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang telah disusun sekolah berdasarkan arahan dari Dinas Pendidikan telah dijalankan dengan cukup baik. “Kita berharap seterusnya sampai tanggal 27 Januari simulasi ini berjalan baik, dan guru-guru juga sudah mempersiapkan itu. Sehingga kita bisa langsung manju new normal itu dan catatannya semoga covid ini lebih landai lagi,” ujarnya saat dihubungi Suara NTB, Jumat, 15 Januari 2021.

Iklan

Terkait penerapan SOP sendiri dicontohkan Fatwir seperti sikap kooperatif orangtua peserta didik saat melakukan pengantaran dan penjemputan di sekolah. “Kita lihat orangtua juga sangat antusias melihat anak-anak ke sekolah. Mereka dengan tertib menunggu anak pada saat pulang tanpa berkerumun,” jelasnya.

Selain itu, peserta didik juga telah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) dari rumah, baik menggunakan masker maupun pelindung wajah. Termasuk membawa hand sanitizer dan bekal peribadi karena kantin sekolah ditutup selama simulasi berlangsung.

Di sisi lain, keputusan masing-masing sekolah untuk membagi jam belajar juga sangat membantu kelancaran simulasi tersebut. “Kalau soal ini kita serahkan langsung ke sekolah, karena sekolah yang paling mengerti kondisinya. Ada yang membagi belajar tatap muka per hari, dan ada yang membaginya per jam,” jelas Fatwir.

Dengan pembatasan jumlah peserta didik, guru kelas yang bertugas juga diharapkan dapat menyampaikan materi secara lebih mendalam. Di mana untuk satu sif kelas tatap muka masing-masing sekolah membatasi jumlah peserta didik 5-10 orang.

“Jadi tidak ada yang keroyokan masuk. Kalau bisa dibilang, simulasi kemarin hampir sempurna. Jadi kita berharap ini bisa berlangsung dengan baik sampai tanggal 27 (Januari) besok,” ujarnya. Menurut Fatwir, pihaknya optimis simulasi belajar tatap muka langsung dapat berjalan baik dengan dukungan dari orangtua siswa.

Hal tersebut juga terlihat untuk tingkat satuan TK dan SD yang sempat dikhawatirkan akan sulit melaksanakan protokol kesehatan. “Ternyata semuanya bisa, jadi orangtua juga menyiapkan anak-anaknya. Seperti kemarin kita lihat di TK dan SD di Mataram, semuanya berjalan lancar,” tandasnya. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional