Simpang Siur Dokumen Perjalanan Rabitah

Mataram (suarantb.com) – Selain masalah ginjal, dokumen perjalanan TKW asal KLU, Sri Rabitah juga menjadi bahan perdebatan. Pasalnya, apa yang disampaikan pemda melalui Disnakertrans NTB dan BP3TKI Mataram bertentangan dengan keyakinan tim kuasa hukum Rabitah.

Dalam dokumen yang ditunjukkan Kepala BP3TKI, Mucharom Ashadi yang bersumber dari Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) BNP2TKI, Rabitah terdaftar dengan negara tujuan Qatar. Lengkap dengan nama agensi yang akan menanganinya di Qatar, yaitu Al Gaith Company Overseas Manpower Consultant.

Iklan

Sementara tim kuasa hukum -Rabitah, Muhammad Saleh berbekal dari pengakuan Rabitah berkeras data dalam dokumen tersebut telah dimanipulasi. “Sejak sebelum keberangkatan sampai pelatihan dia tahunya tujuannya Abu Dhabi bukan Qatar,” katanya.

Menurut Saleh, selain negara tujuan daerah asal Rabitah juga telah dimanipulasi. Dimana dalam data SISKOTKLN tertulis Rabitah berasal dari Dusun Kebun Indah Desa Sesela Lombok Barat. Seharusnya, Rabitah berasal dari Dusun Lokok Ara Desa Sesait, KLU.

Menurut Mucharom, bisa terjadi perbedaan data jika sebelumnya Rabitah menetap di Sesela sebelum ia menikah dan pindah ke Sesait. “Bisa saja dia dulu tinggal di Sesela, kemudian menikah dengan orang KLU terus pindah ke sana. Dia juga waktu berangkat dulu statusnya belum menikah,” jelasnya.

Kepala Disnakertrans NTB, H. Wildan juga menegaskan bahwa Rabitah benar berangkat sebagai warga Lobar. Dengan adanya Berita Acara Seleksi Calon TKI Nomor 562/422/OSTKT-LB/2014 tertanggal 30 April 2014, yang berisi penyerahan dua TKI atas nama Sri Rabitah dan Juliani asal Dusun Kebun Sari Desa Sesela Lobar untuk dibina dan dilatih oleh PT Falah Rima Hudaity Bersaudara.

Bertanda tangan dalam berita acara ini Kabid Pelatihan dan Penempatan Disnakertrans Lobar, Drs. Mujahiddin MM dan Kepala Cabang PT Falah Rima Hudaity Bersaudara di Mataram, Budi Winarta, S.Pd. Anehnya, dalam berita acara ini negara tujuan Rabitah tertulis Oman, bukan Qatar.

Saleh bahkan menegaskan ia mengantongi KTP Rabitah yang berisi keterangan domisili di KLU, bukan Lobar. “Kalau misalnya KTP yang Lobar itu asli Lobar, itu harus dibuktikan. Karena berkali-kali kami konfirmasi tidak pernah Rabitah itu dari Lobar,” tandasnya. “Karena kalau dari dokumen salah, dokumen yang lain sudah salah,” lanjutnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here