Silpa Sementara APBD 2020 Rp16,6 Miliar

Ilustrasi dokumen APBD (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Pandemi Covid 2019 cukup mempengaruhi kinerja anggaran di semua daerah. Arahan penyesuaian APBD sampai 4 kali refocusing cukup mempengaruhi jalannya belanja. Meski demikian, realisasi pendapatan dan belanja APBD Lombok Utara tahun 2020 cukup baik dengan kinerja capaian realisasi pendapatan 93,11 persen, dan realisasi belanja sementara 89,79 persen.

Kepala BPKAD KLU, Sahabudin, M.Si., Senin, 25 Januari 2021 mengatakan, pendapatan dan belanja tidak terpenuhi 100 persen. Namun secara umum, pengelolaan anggaran sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Dalam hal ini, porsi anggaran lebih banyak mengarah pada penanganan dampak ekonomi dan sosial akibat Covid-19.

Iklan

Berdasarkan penyerapan anggaran sampai dengan 31 Desember 2020 lalu, perhitungan sementara Silpa sebesar Rp16,6 miliar. Angka Silpa sementara berdasarkan surplus/defisit APBD sejatinya adalah Rp32,26 miliar. Namun dalam angka Silpa tersebut masih terdapat Saldo Silpa BLUD RSUD dan Dana BOS yang mana akan dikembalikan kepada OPD bersangkutan.

“Silpa atas saldo di RKUD praktis sekitar Rp 16,6 miliar lebih,” kata Sahabudin.

Ia memaparkan, realisasi anggaran pada pos pendapatan dan belanja di kisaran 90 persen dan lebih.

Pada pos pendapatan, terealisasi Rp815,66 miliar lebih (93,11 persen) dari target Rp877,1 miliar lebih. Pos pendapatan terdiri atas, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan realisasi Rp88,335 miliar lebih (81,19 persen) dari target Rp108,807 miliat lebih.

Selanjutnya, pendapatan transfer (dana perimbangan) terealisasi Rp 554,766 miliar lebih (98,41 persen) dari target Rp563,738 miliar lebih. Terakhir, pendapatan dari lain-lain pendapatan yang sah terealisasi Rp173,559 miliar lebih (84,85 persen) dari target Rp204,554 miliar lebih. “Untuk belanja sendiri, realisasi sementara 89,79 persen,” imbuhnya.

Pada pos Belanja APBD 2020, realisasi sementara belanja sebesar Rp805,19 miliar lebih dari target Rp907,89 miliar lebih. Terdiri dari Belanja Tidak Langsung, terealisasi Rp431,891 miliar lebih (96,8 persen) dari target Rp446,157 miliar lebih. Serta Belanja Langsung, terealisasi Rp383,299 miliar lebih (83,01 persen) dari target Rp461,733 miliar lebih.

Terakhir, komponen surplus/defisit pada APBD 2020 diperkirakan Rp 32,26 miliar. Namun dengan catatan terdapat Silpa BLUD RSUD dan BOS Dikpora, maka perkiraan Silpa di RKUD berkurang menjadi Rp 16,6 miliar. “Untuk anggaran APBD tahun 2021, belum ada arahan refocusing dari Kementerian Keuangan. Tapi kita dan Bappeda sudah merencanakan APBD sejalan dengan penanganan dampak covid,” tandasnya. (ari)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional