Silk Air Keluar, Scoot Airlines Masuk

Petugas tengah mengecek suhu tubuh salah seorang calon penumpang di BIZAM pascapandemi Covid-19, Silk Air dipastikan tidak akan melayani penerbangan di LIA dan akan digantikan oleh Scoot Airlines, mulai Oktober mendatang. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Maskapai penerbangan yang berbasis di Singapura, Silk Air dipastikan tidak akan melayani penerbangan komersial rute Lombok-Singapura di Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) setelah penutupan rute penerbangan internasional sebagai dampak Covid-19 Maret lalu. Sebagai gantinya, slot time serta rute penerbangan yang sebelumnya diisi Silk Air tersebut nantinya akan diisi oleh Scoot Airlines.

“Scoot Airlines ini masih satu induk perusahaan dengan Silk Air,” ungkap Communication and Legal Section Head PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Arif Hariyanto, kepada Suara NTB, Selasa, 16 Juni 2020.

Iklan

Hanya saja, Scoot Airline tidak akan masuk melayani rute penerbangan Lombok-Singapura dalam waktu dekat ini, karena pandemi Covid-19 masih berlangsung. Selain itu, aturan lockdown yang belum membolehkan penerbangan internasional, kecuali untuk beberapa bandara besar di Indonesia. Belum lagi regulasi soal pembatasan jumlah penumpang pesawat yang membolehkan maksimal 70 persen dari total daya tampung, sehingga berimbas pada kebijakan maskapai yang belum mau membuka penuh penerbangan. “Informasinya, Scoot Airlines baru akan masuk tanggal 23 Oktober mendatang,” tambahnya.

Adapun untuk penerbangan domestik, perlahan sudah mulai meningkat jumlah penumpang pascakebijakan pembukaan penerbangan bagi penumpang umum. Meski demikian, jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19 masih jauh di bawah normal. Saat ini, rata-rata jumlah penumpang pesawat per hari di LIA sekitar 500 orang penumpang atau sekitar 6,25 persen dari sebelum pandemi Covid-19 yang bisa mencapai rata-rata hingga 8 ribu orang penumpang per harinya.

Untuk maskapai, hampir semua maskapai besar sudah mulai masuk, seperti Garuda, Lion Air bersama maskapai anak perusahaannya. Tinggal Sriwijaya Grup yang belum masuk, yakni Nam Air. Termasuk juga untuk AirAsia. Hanya saja pihak AirAsia sudah memberikan konfirmasi kemungkinan akan masuk kembali di BIZAM pada tanggal 19 Juni mendatang. Tapi khusus untuk penerbangan rute domestik saja.

  Adeksi akan Surati Presiden Soal Harga Tiket

Sementara untuk rute internasional yang sebelum dilayani oleh maskapai berbasis di Malaysia tersebut sejauh ini belum ada konfirmasi kejelasan waktu. “Seperti itu tadi, maskapai tentunya masih mempertimbangkan tingkat keterisian kursi mereka yang bisa dibilang masih belum ideal untuk mengoperasikan seluruh armada mereka. Selain kursi maksimal hanya bisa diisi 70 persen dari kapasitas, calon penumpang yang mau terbang juga masih harus melengkapi persyaratan seperti hasil rapid test atau PCR test,” terangnya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here