Silaturahmi Ke KLU, TGA Siap Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Tanjung (Suara NTB) – Calon Gubernur NTB, nomor urut 2, TGH. Ahyar Abduh ( TGA) menghadiri pertemuan yang diselenggarakan Komunitas SOBDI Sukadamai Kabupaten Lombok Utara, Minggu, 6 Mei 2018. Silaturahim ini dihadiri ratusan jama’ah SOBDI yang berasal dari beberapa daerah di Pulau Lombok.

Silaturahim ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat berpengaruh, hingga tokoh pemuda Lombok Utara lainnya. Pada kesempatan ini TGA menyampaikan, beberapa pesan dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

Iklan

“Pendidikan menjadi hal yang sangat bagi masa depan bangsa, kalau kita ingin menjadi bangsa yang maju, pendidikan kita harus maju,generasi muda harus terdidik, kami siapkan program-program secara langsung menyentuh pendidikan,” ujar TGA.

Secara keseluruhan, pasangan TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm (Ahyar-Mori) telah mengemas gagasan yang ditawarkan kepada masyarakat NTB dalam bentuk “Janji Kerja”. Terdapat total 25 janji kerja terhadap masyarakat NTB sebagai komitmen pasangan ini dalam melayani rakyat serta memajukan NTB ini.

“Janji kerja ini bukan hanya mencakup satu bidang, melainkan kita harus berkomitmen mengembangkan semua bidang dengan beriringan, dimulai dari bidang pendidikan, ekonomi, budaya, pariwisata, pertanian, perdagangan bahkan kelautan dan bidang strategis lainnya, tentu hal ini semata-mata untuk perjuangan mensejahterakan masyarakat NTB,” ujar Calon Wakil Gubernur nomor 2, Mori Hanafi, dalam kesempatan berbeda.

Di bidang pendidikan, pasangan Ahyar-Mori juga telah menyusun rangkaian program strategis di bidang pendidikan yang akan dikerjakan jika terpilih menjadi Gubernur/Wakil Gubernur NTB. Program pertama adalah pengadaan fasilitas dan jaringan internet memadai di sekolah-sekolah, termasuk di 1.000 pondok pesantren di seluruh NTB.

Dengan program ini diharapkan ke depan akan tercipta generasi penerus yang tidak saja maju, namun juga berakhlak. Generasi yang modern, namun juga islami, generasi yang mengerti teknologi, namun juga Qurani.

Program berikutnya, pasangan Ahyar-Mori juga menyiapkan beasiswa untuk tingkat SD hingga SMA/sederajat. Program beasiswa ini akan menambah aneka beasiswa yang sebenarnya sudah ada. Prinsipnya, pasangan nomor urut dua ini akan mencari talenta pelajar atau anak-anak terbaik untuk mendapatkan beasiswa.

Selain itu, pasangan Ahyar-Mori juga berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan profesi guru. Duet calon pemimpin NTB nomor urut 2 ini menegaskan, akan mengupayakan para guru terangkat derajatnya. Pasangan Ahyar-Mori meyakini bahwa guru yang berkualitas akan menghasilkan lulusan berkualitas pula.

Program atau janji kerja kelima adalah memberikan tunjangan untuk guru ngaji dan marbot. Ini merupakan program spesifik yang hanya menjadi ciri khas Ahyar-Mori di Pilkada NTB. Terkait janji kerja ini, dalam berbagai kesempatan, Mori Hanafi telah berulangkali menegaskan tersedianya ruang fiskal untuk merealisasikan tunjangan ini.

Mori Hanafi, mengemukakan dalam APBD NTB, Pemerintah Provinsi mengalokasikan pemberian tunjangan bagi para Marbot sebesar Rp1 juta per marbot. Namun, tunjangan untuk para guru ngaji belum dialokasikan anggaran.

Menurutnya, jika jumlah guru mengaji se-NTB itu berjumlah sekitar 10 ribu orang dan diberikan tunjangan per orang sebesar Rp1 juta, maka anggaran yang dibutuhkan adalah sebesar Rp10 Miliar.

“Kami rasa dari Total APBD Provinsi NTB itu sekitar Rp6 triliunan lebih, anggaran sebesar Rp10 Miliar itu tidak terlalu membebani APBD kita. Apalagi jika kita bandingkan dengan manfaat dari pemberian tunjangan bagi guru ngaji ini tentu akan lebih memotivasi para guru ngaji kita untuk memberikan pengajaran Al-Qur’an bagi generasi muda kita,” tutup Mori.

Selanjutnya, janji kerja keenam adalah percepatan peningkatan sarana prasarana, mutu/kualitas pendidikan formal dan informal di semua daerah. Janji kerja ini tak terlepas dari masih banyaknya institusi pendidikan formal dan informal di NTB yang kondisinya belum layak. Intervensi kebijakan ini diharapkan membuat fasilitas pendidikan dari Sape hingga Ampenan benar-benar layak.

Dalam janji kerja ketujuh, pasangan Ahyar-Mori berencana akan mengirimkan pelajar dan mahasiswa berprestasi ke sekolah dan kampus terbaik di luar negeri. Dalam hal ini, salah satu yang dimaksud dengan pelajar dan mahasiswa berprestasi juga termasuk para penghafal Al Qur’an yang saat ini belum mendapatkan apresiasi yang cukup layak dari pemerintah daerah di NTB.

Dalam janji kerja ke delapan, Ahyar-Mori menegaskan akan memperkuat kemandirian usaha pondok pesantren untuk semua Ponpes di NTB.

Dan kesembilan, pasangan Ahyar-Mori akan memberikan jaminan kesejahteraan yang layak bagi guru honorer. Ia menegaskan, para guru honorer selama ini telah mendarmabaktikan diri untuk mendidik manusia NTB. Namun, penghasilan yang mereka dapatkan masih sangat jauh dari kata layak.

“Karena itulah, pasangan Ahyar-Mori berkomitmen untuk memberikan jaminan kesejahteraan untuk para guru honorer,” pungkas Muti. (tim)