Siklus Lima Tahunan DBD Harus Diwaspadai

Ilustrasi Nyamuk DBD (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Masyarakat diminta tetap mewaspadai siklus lima tahunan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Saat memasuki masa siklusnya, potensi sebaran DBD akan meningkat. Salah satu yang harus dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui aksi 3 M yang meliputi mengubur barang bekas, menutup dan menguras bak mandi.

Di bulan Januari 2020 saja tercatat sebanyak 38 kasus DBD di Loteng yang tersebar di enam kecamatan, di antaranya Kecamatan Janapria, Kopang dan Jonggat. “Kalau angka kasus DBD sampai bulan Februari belum masuk,” kata Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Loteng H. Hasyim kepada Suara NTB, Selasa, 11 Februari 2020.

Iklan

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan kegiatan fogging fokus di 11 titik lokasi yang sebelumnya ditemukan kasus DBD. Hal ini dilakukan agar jentik nyamuk aedes aegepty sebagai vektor penularan DBD bisa musnah dan tak berdampak buruk bagi masyarakat sekitar.

“Fogging itu sebenarnya langkah terakhir. Karena yang penting itu adalah kegiatan PSN dengan 3M itu. Kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sangat penting untuk mencegah DBD,” katanya.

Selain melakukan fogging fokus, Dinas Kesehatan Loteng juga membagikan bubuk abate secara gratis untuk ditabur di wadah pendampingan air. Cara ini juga dipandang efektif untuk mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegepty yang biasanya terjadi di air yang tergenang dan tak bersentuhan langsung dengan tanah.

Dinas Kesehatan melalui jaringan pelayanan kesehatan seperti RSUD, puskesmas, posyandu terus mengampanyekan gerakan 3M  kepada masyarakat. ” Adapun masyarakat yang terkena DBD dirawat di fasilitas kesehatan yang tersedia. Syukur tidak ada korban jiwa dalam kasus DBD ini,” katanya.(ris)