Sidang TSM Pilkada Sumbawa, Bawaslu akan Hadirkan Pemprov NTB

Suasana sidang dugaan pelanggaran TSM Pilkada Sumbawa di Bawaslu Provinsi NTB dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) -Proses persidangan dugaan pelanggaran pemilu secara Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM) Pilkada Kabupaten Sumbawa 2020 di Bawaslu Provinsi NTB terus berjalan. Sampai Senin, 28 Desember 2020 agenda persidangan masih berlangsung tahap pemeriksaan saksi dari pihak pelapor.

Ketua Divisi penindakan pelanggaran Bawaslu Provinsi NTB, Umar Achmad Seth yang juga salah satu anggota majlis sidang perkara dugaan pelanggaran TSM Pilkada Sumbawa yang dikonfirmasi Suara NTB di waktu jeda istirahat, menyampaikan pihaknya sudah menggelar sidang sebanyak 4 kali.

“Sidang keempat ini, masih pemeriksaan saksi dari pihak pelapor, dia akan ajukan 30 saksi, tapi yang sudah diambil sumpahnya baru 14 saksi. Bagi majelis semua saksi harus ada di sini dan sudah disepakati jadwalnya untuk pemeriksaan saksi pelapor, kita rampungkan hari ini,” ujar Umar.

Hal itu dilakukan agar Bawaslu bisa memberikan waktu yang proporsional terhadap para pihak. Pasalnya pihak terlapor juga akan diberikan kesempatan yang sama untuk mangajukan saksi-saksi. “Ya biar proporsional saja, para pihak punya kesempatan yang sama, kita berikan waktu dua hari. Saksi yang dihadirkan harus saksi fakta yang melihat dan bahkan merasakan kejadian itu,” katanya.

Usai mendengarkan keterangan dari saksi-saksi yang diajukan kedua pihak. Umar mengungkapkan Bawaslu juga kemungkinan akan menghadirkan sejumlah pihak terkait yang dianggap memiliki hubungan langsung dengan perkara tersebut.

“Agenda sidang berikutnya kita akan mengundang pihak terkait, kita akan minta keterangan pihak terkait untuk memberikan keterangan terkait dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi,” jelasnya.

Disebutkan Umar salah satu pihak terkait yang kemungkinan besar akan dihadirkan Bawaslu dalam persidangan perkara dugaan pelanggaran TSM Pilkada Sumbawa tersebut yakni dari unsur Pemprov NTB. Pasalnya salah satu yang disebut dalam persidangan tersebut adalah keterlibatan unsur Pemerintah Provinsi dalam mempengaruhi pemilih di Pilkada Sumbawa.

Pantauan Suara NTB dalam proses persidangan Senin, 28 Desember 2020 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak pelapor. Para saksi diminta memberikan keterangan terkait dengan video yang menunjukkan calon wakil bupati nomor urut 4, Dewi Noviany di tengah suasana kampanye terekam tengah menelpon dengan seseorang orang terkait dengan distribusi bantuan kursi kepada masyarakat. (ndi)