Sidang Terbuka KAI NTB Angkat 34 Advokat Muda

Usai resmi diangkat, para advokat muda KAI NTB foto bersama dengan Presiden KAI Tjoetjoe Sandjaja Hernanto dan Ketua DPD KAI NTB, Ainuddin. (Suara NTB/ndi).

Mataram (Suara NTB)-Kongres Advokat Indonesia (KAI) wilayah Provinsi NTB melaksanakan sidang terbuka pengangkatan Advokat, Jumat, 4 Desember 2020 di Mataram. Sebanyak 34 anggota advokat muda KAI NTB yang telah resmi diangkat dan telah dinyatakan lulus uji kompetensi profesi advokat.

Sidang terbuka pengangkatan Advokat KAI NTB tersebut dihadiri langsung oleh Tjoetjoe Sandjaja Hernanto yang juga bertindak sebagai ketua majelis sidang, Wakil Ketua DPP KAI Lutpi Yasin yang juga anggota majelis serta ketua DPD KAI NTB, Ainuddin yang juga bertindak sebagai anggota majelis sidang.

Selain itu, sidang terbuka pengangkatan Advokat KAI NTB tersebut juga dihadiri oleh sejumlah undangan dari unsur kepolisian, kejaksaan, pengadilan tinggi Mataram, perguruan tinggi, serta perwakilan dari sejumlah organisasi advokat lainnya.

Dalam pidato pengangkatan Advokat KAI tersebut, Tjoetjoe Sandjaja menyampaikan beberapa pesan penting kepada pada advokat muda tersebut terkait dengan ruang lingkup peran dari seorang advokat. Menurutnya advokat adalah orang yang memberi jasa pendampingan hukum baik di luar maupun di dalam pengadilan.

“Saudara yang baru diangkat jadi advokat, jangan merasa senang dulu, advokat tanpa klien itu bukan siapa-siapa. Jadi harus banyak bergaul dan bisa dipercaya sehingga masyarakat datang meminta bantuan hukum atau nasihat dari kasus yang sedang dihadapi. Kalau Advokat tidak punya klien itu sama dengan dokter tidak punya pasien,” katanya.

Pada kesempatan itu, Tjoetjoe Sandjaja menyampaikan beberapa kelemahan dari advokat. Pertama, dari sisi penguasaan teknologi informasi. Kedua, kelemahan advokat dari sisi manajemen. Dua hal tersebut jadi fokus organisasi KAI di dalam meningkatkan kualitas advokat KAI.

“Kelemahan yang ketiga adalah marketing, kalau advokat tidak punya daya jual tinggi, orang tidak akan menggunakan jasa kita. Kalau tidak punya nilai jual, masyarakat tidak akan kenal kita, kalau tidak dikenal bagaimana masyarakat mau minta bantuan hukum kepada kita,” cetusnya.

Tjoetjoe Sandjaja juga berpesan kepada para advokat muda tersebut untuk selalu berpegang teguh pada aturan perundang-undangan dan sumpahnya dalam menjalani profesi sebagai advokat. Kemudian menjunjung tinggi etika dan norma-norma.

“Tidak boleh melanggar undang-undang dan sumpah yang sudah diikrarkan tadi. Tidak boleh saling menyakiti dengan sesama rekan sejawat, tidak hanya sesama advokat, tetapi bisa hakim, jaksa dan kepolisian,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DPD KAI NTB, Dr. Ainuddin, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat kepada 34 anggota advokat yang sudah resmi diangkat. Selanjutnya nanti akan diambil sumpahnya di Pengadilan Tinggi Mataram, dan setelah itu mereka bisa menjalani profesinya.

“Tentu ini merupakan hari yang sangat bergembira bagi mereka yang sudah sukses, tetapi itu belum selesai sampai di sini. Besok akan ada acara pengambilan sumpah yang akan diselenggarakan tanggal 10 Desember di Pengadilan Tinggi. Harapan kami kepada advokat-advokat ini bisa melayani masyarakat dalam pendampingan hukum mencari keadilan tanpa perbedaan,” pesannya. (ndi/*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here