Sidang Pekan Depan, Penasihat Hukum Nuril Minta Saksi Pokok Perkara Dihadirkan

Mataram (suarantb.com) – Sidang lanjutan kasus UU ITE yang menjerat Baiq Nuril Maknun akan digelar Rabu, 17 Mei 2017. Penasihat Hukum Nuril akan meminta saksi yang berkaitan dengan pokok perkara supaya dihadirkan dalam persidangan meskipun tidak ada dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Pelapor yang didengar keterangannya sebagai saksi pada persidangan sebelumnya,  H. Muslim belum selesai memberikan keterangan. Hal itu karena H. Muslim pingsan sebelum diberikan pertanyaan oleh Penasihat Hukum Nuril. Selain itu, saksi pemeriksa rekaman dari Dinas Kominfotik NTB  juga berhalangan hadir pada sidang kedua beberapa hari lalu.

Menghadapi sidang ketig pada Rabu mendatang, Juru Bicara  Penasihat Hukum Nuril, Joko Jumadi, SH, MH menyatakan pada persidangan pekan depan masih pada agenda pemeriksaan saksi. Pihaknya akan konsen untuk mengorek keterangan dari saksi pelapor H. Muslim. Setelah minggu lalu H. Muslim pingsan sebelum ditanya oleh Penasihat Hukum  Nuril.

Selain itu, dengan dikabulkannya permintaan Penasihat Hukum, Joko berharap saksi L dapat dihadirkan pada persidangan mendatang. Meskipun tidak ada dalam BAP, L sudah sering disebut-sebut dalam perkara tersebut.

“Mudah-mudahan minggu depan,  hari Rabu itu  saksi L juga bisa dihadirkan dipersidangan. Jadi untuk mengkroscek keterangan saksi N,” kata Joko kepada suarantb.com, Sabtu, 13 Mei 2017.

Joko mengatakan dalam pembicaraan di rekaman yang menjadi pokok perkara adalah hubungan L dengan M. Menurut Joko, L sudah sering disebut-sebut dalam perkara tersebut. Namun, tidak pernah dimasukkan ke dalam BAP.

“Termasuk kejadian yang dibilang hayalan oleh si M, tetapi diakui sebagai sebuah fakta oleh Ibu Nuril.  Kan harus kita kroscek kebenaran dari kejadian pagi hari yang diceritakan oleh si M,” terang  Joko.

Terkait fakta-fakta dugaan keterkaitan L dan M yang dimiliki oleh  Penasihat Hukum Nuril, Joko mengatakan nanti dapat dilihat dalam persidangan mendatang. (bur)