Sidang Gugatan Praperadilan Wawali Ditunda

Tim kuasa hukum Feri Sofiyan menunjukkan surat penundaan sidang praperadilan kliennya di Pengadilan Negeri Bima, Selasa, 1 Desember 2020. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Sidang permohonan gugatan praperadilan yang diajukan oleh Wakil Walikota (Wawali) Bima, Feri Sofiyan SH, melalui Tim kuasa hukumnya ditunda. Penundaan karena pihak termohon yakni Sat Reskrim Polres Bima Kota belum menerima surat kuasa dari Kapolda NTB.

Sidang praperadilan yang diajukan permohonan satu minggu sebelumnya, seharusnya digelar perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bima pada Selasa, 1 Desember 2020. Namun harus ditunda sampai dengan tanggal 7 Desember 2020 mendatang.

Juru Bicara Tim Kuasa Hukum Feri Sofiyan, Rusdiansyah, SH, MH, mengatakan ditundanya sidang praperadilan kliennya karena pihak termohon yakni Sat Reskrim Polres Bima Kota belum siap menghadiri dan meminta PN Bima agar menunda persidangan.

“Alasanya, meminta penundaan karena termohon belum memiliki surat kuasa dari Kapolda,” ujarnya.

Rusdiansyah sangat menyesalkan dan menyayangkan sikap pihak kepolisian tersebut. Sebagai aparat penegak hukum seharusnya menjadi garda terdepan menegakkan supremasi hukum. “Sangat kita sesalkan, surat kuasa saja belum ada sampai saat ini. Padahal relasnya tanggal 26 November dilayangkan,” ujarnya.

Kata dia, sidang praperadilan seharusnya dipercepat supaya bisa segera diketahui dan menemukan titik terang apakah penetapan kliennya sebagai tersangka ini sudah memenuhi prosedur atau tidak. Selain itu apakah proses penyidikan perkara bisa dilanjutkan atau tidak. “Sidang praperadilan harus dipercepat, jangan sampai diundur-undur,” ujarnya.

Ia berharap sidang praperadilan kedepan bisa digelar. Kalaupun termohon tidak siap lagi ataupun berhalangan hadir, Tim Kuasa hukum Feri Sofiyan akan meminta sidang tetap dilakukan. “Ini menyangkut hak hukum klien kami yang dijamin oleh UU. Jangan sampai APH mempraktekkan contoh penegakkan supremasi hukum yang tidak baik,” terangnya.

Menanggapi hal itu Kapolres melalui Kasat Reskrim Polres Bima, Iptu Hilmi M. Prayugo S.IK mengaku pihaknya memang meminta agar sidang praperadilan ditunda, karena sampai saat ini belum menerima surat kuasa dari Kapolda. “Kita sudah melayangkan surat penundaan ke PN Bima sembari menunggu surat kuasa yang turun,” katanya singkat. (uki)