Sidak Pasar Dompu, Bupati Pastikan Stok Pangan Masih Aman

Dompu (Suara NTB) – Stok pangan di Kabupaten Dompu menjelang lebaran idhul fitri 1439 H / 2018 masih dalam keadaan aman dan stabil. Kenaikan beberapa komoditas dinilai masih dalam keadaan wajar dan tidak sampai berdampak pada gejolak harga.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bersama Kapolres Dompu, Dandim 1614/Dompu serta anggota Satgas Pangan Kabupaten Dompu yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Koperasi UKM dan Sat Pol PP Dompu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar Dompu dan beberapa toko grosir sembako, Jumat (8/6).

Iklan

Kenaikan paling menonjol terlihat pada produk daging ayam broiler yaitu Rp50 ribu per kg dari ketetapan harga eceran tertinggi (HET) seharga Rp32.500 per kg. Tingginya harga jual ayam broiler disebabkan stok ayam di Dompu belum memasuki masa panen, sehingga kebutuhan ayam dipasok dari luar daerah. Begitu juga dengan harga telur ayam ras per bijinya Rp1.600 dari ketetapan pemerintah Rp1.200 per biji.

Kenaikan harga telur ini dipengaruhi oleh stok yang didatangkan dari Bali. “Secara umum, harga kebutuhan pokok masyarakat sangat stabil, kecuali harga ayam potong yang benar – benar mengalami kenaikan luar biasa. Harga acuan kita Rp32.500 per kg. Tapi tadi sampai Rp50 ribu per kg. Yang terjadi, di Dompu krisis panen ayamnya. Yang dijual tadi, ayam yang didatangkan dari Bima. Tapi nanti saya akan tanyakan ke Kepala Dinas Peternakan (Dompu), kenapa ini bisa terjadi,” ungkap Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin kepada wartawan usai melakukan sidak.

Namun untuk beberapa komoditas pangan lain stoknya masih aman dan harganya relatif stabil. Untuk beras dengan kualitas premium harganya Rp10 ribu per kg, bawang merah Rp20 ribu per kg, cabe rawit Rp25 ribu per kg, cabe keriting Rp30 ribu per kg, tomat Rp8 ribu per kg, dan gula pasir putih Rp14 ribu per kg.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bersama pejabat dari Kemenko Kemaritiman RI, Eddy Susilo, MM, yang diajak saat sidak di pasar Dompu.

“Itu masih di batas harga yang ditetapkan. Sampai hari ini tidak ada kelangkaan barang yang dipasok,” katanya.

Di sisi lain, Bupati juga mengaku cukup bangga dengan ramainya pasar dari pengunjung dan jalanan dari kendaraan bermotor. Ini menunjukan ekonomi masyarakat Dompu tumbuh dan bagian dari multiplier effect jagung yang didorong selama ini. “Itulah multiplier effect yang kita harapkan selama ini, di pasar salah satu buktinya,” terangnya.

Terhadap lonjakan jumlah kendaraan bermotor dan menyebabkan di beberapa titik ruas jalan macet, dikatakan H. Bambang menjadi perhatian pihaknya kedepan. Polanya, bisa melalui pengaturan arus kendaan dan bisa juga dikembangkan pasar. “Mungkin kita perlu pikirkan untuk mengembangkan pasar di tempat lain,” kata H. Bambang.

Bupati bersama muspida Dompu juga mendorong agar gula Tambora yang berada di Dompu bisa menunjuk distributor dalam daerah. Toko sembako Bintang Jaya yang menjadi pedagang grosir gula Tambora mengaku siap menjadi distributornya. “Kita akan bantu agar bisa menjadi distributor. Masa gula yang ada di Dompu dikirim dulu ke Bima baru dikirim kembali ke Dompu untuk dijual,” kata H. Bambang yang didukung Dandim 1614/Dompu dan Kapolres Dompu.

Kasi Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Sukaemi, S.Pt yang ikut mendampingi kepala Dinasnya bersama Bupati menilai, kenaikan sejumlah harga bahan pokok khususnya daging ayam broiler dan telur masih dalam taraf yang wajar. Kenaikan harga ini belum berpengaruh terhadap lonjakan harga lain.

“Stok dan harga sejumlah bahan pokok relatif aman. Kenaikan harga untuk ayam tadi masih dalam keadaan wajar, karena mereka harus pasok dari Bima,” katanya. (ula/*)