Sibuk Pilkada, Suhaili Urung Jadi Saksi Sidang Kasus PT. LTB

Praya (Suara NTB) – Bupati Lombok Tengah (Loteng) non aktif yang juga Komisaris Utama PT. Lombok Tengah Bersatu (LTB), H.M. Suhaili FT., urung menjadi saksi dan memberikan keterangan dalam persidangan kasus dugaan korupsi penggunaan penyertaan modal pemerintah daerah pada PT. LTB, di Pengadilan Tipikor Mataram. Alasannya, Calon Gubernur NTB ini tengah sibuk mengikuti tahapan Pilkada NTB. Hal itu diakui Kasi. Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng, Hasan Basri, S.H.M.H., kepada Suara NTB, Senin, 23 April 2018.

Suhaili yang kini sudah ditetapkan sebagai calon Gubernur pada Pilkada NTB Juni mendatang, sempat beberapa kali dipanggil pihak jaksa guna dimintai kesiapannya untuk menjadi saksi pada persidangan kasus dugaan korupsi penyertaan modal pemerintah daerah pada PT. LTB. Namun Suhaili tak kunjung memberikan jawaban.

Iklan

Untuk itu, jaksa kemudian memutuskan untuk tidak menghadirkan Ketua DPD I Partai Golkar NTB sebagai saksi dalam persidangan kasus tersebut di Pengadilan Tipikor Mataram. “Yang bersangkutan sudah beberapa kali kita minta kesiapannya untuk menjadi saksi. Tapi karena alasan sedang mengikuti tahapan pilkada, akhirnya yang bersangkutan tidak kunjung hadir,” jelasnya.

Meski demikian, ketidakhadiran Komisaris Utama PT. LTB tersebut pada persidangan kasus dugaan korupsi dengan tersangka tiga mantan direktur PT. LTB tersebut, bukan jadi persoalan. Karena dengan ketidakhadirannya untuk memberikan kesaksian di persidangan, maka seluruh keterangan yang telah diberikannya saat proses BAP sebelumnya, dinyatakan sesuai.

“Hal ini sudah kita sampaikan ke Majelis Hakim pada persidangan sebelumnya. Dan, majelis hakim menyatakan menerima,” tambahnya.

Dengan begitu, maka Bupati Loteng non aktif tersebut tidak perlu memberikan keterangan di hadapan persidangan. Sebagai gantinya, semua keterangan pada BAP yang ada dinyatakan sesuai.

Adapun proses persidangan kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 700 juta lebih tersebut, saat ini sudah masuk tahap pemeriksaan para terdakwa. Untuk selanjutnya, minggu depan akan dilanjutkan dengan pembacaan tuntutan. “Amar tuntutan terhadap ketiga terdakwa sedang kita susun. Dan, diharapkan pada persidangan berikutnya pekan depan, sudah bisa disampaikan dihadapan majelis hakim,” imbuhnya.

Kalau semua tahapan berjalan lancar tanda kendala, maka bulan depan kasusnya sudah bisa tuntas. Dalam artinya, sudah ada vonis majelis hakim terhadap para terdakwa.

Dalam kasus ini, tiga terdakwa yang ditetapkan masing-masing mantan Direktur Utama PT. LTB, L. Ma, mantan Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis, ZA serta mantan Direktur Pemasaran, AK. Ketiga didakwa merugikan negara dalam penggunaan penyerataan modal Pemkab Loteng pada PT. LTB tahun 2015 lalu. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here