Siasati Pembelajaran Daring, SMPN 16 Mataram Bagikan Buku Paket ke Seluruh Siswa

Pembelajaran siswa kelas VII di SMPN 16 MATARAM melalui zoom meeting di awal tahun pelajaran 2021/2022.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Mataram memaksa pembelajaran di awal tahun ajaran 2021/2022 dilaksanakan secara daring. Pihak sekolah menyiasati kesulitan pembelajaran daring dengan berbagai cara, salah satunya dilakukan oleh SMPN 16 Mataram dengan membagikan buku paket ke seluruh siswa.

Kepala SMPN 16 Mataram, Suraji pada Jumat, 23 Juli 2021 menyampaikan, siswa belajar di rumah dengan bimbingan guru mata pelajaran dan wali kelas selama pembelajaran secara daring SMPN 16 Mataram di masa PPKM level 4 pada minggu ini. Menurutnya, untuk menyiasati kesulitan pembelajaran daring, pihaknya membagikan buku paket untuk semua mata pelajaran kepada seluruh siswa. “Kemudian guru mata pelajaran menyampaikan pembelajaran melalui grup mata pelajaran di masing-masing kelas,” jelasnya.

Iklan

Ia mengakui, salah satu tantangan atau hambatan dalam pembelajaran daring yaitu adanya keluhan dari siswa atau orang tua siswa terkait kemampuan membeli kuota internet. Di samping itu, siswa juga tidak leluasa bertanya atau berinteraksi seperti saat pembelajaran tatap muka.

Pihaknya juga berharap agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan bantuan paket kuota internet. “Harapan kami agar Kemendikbudristek memberikan paket kuota internet kepada seluruh guru dan siswa,” harapnya.

Suraji juga berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu. “Sehingga kerinduan kita untuk belajar tatap muka dapat segera kita laksanakan,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali pada Rabu, 21 Juli 2021 menyampaikan, guru-guru diharapkan bisa berkomitmen tinggi untuk melaksanakan pembelajaran daring, terutama karena guru tidak bisa datang ke tempat tinggal siswa dengan PPKM mikro yang begitu ketat saat ini.

Sehubungan dengan kasus Covid-19 yang meningkat dan masuknya Kota Mataram ke dalam zona merah penyebaran Covid-19, maka pihaknya di Dinas Pendidikan menetapkan pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan.

Sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan edaran menindaklanjuti Kota Mataram termasuk wilayah kabupaten/kota yang ditetapkan sesuai kriteria level situasi pandemi berdasarkan assesmen dengan kriteria level empat, sehingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, baik sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan dilakukan secara daring atau online. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional