Siapkan Tiket ‘’Online’’

Kepala TNGR, Sudiyono (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) membuka secara resmi jalur pendakian Aik  Berik, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Hasil survei, jalur ini paling aman dibandingkan empat trail lainnya yang longsor  akibat gempa. Sistem pemesanan tiket pun disiapkan melalui jalur online.

Hasil rapat Kamis, 8 November 2018 lalu bersama sejumlah stakeholder, memutuskan sejumlah poin. Salah satu kesepakatan itu, pembukaan jalur pendakian Aik Berik secara resmi akan dibuka oleh Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili FT pada Senin 19 November 2018 mendatang. Saat pembukaan, digratiskan untuk umum.

Iklan

Menurut Kepala TNGR, Sudiyono,  jalur pendakian itu dibuka dengan pertimbangan berdasarkan hasil survei dinilai paling aman. Survei pertama pada tanggal 15 sampai 19 Oktober lalu. Sepanjang jalur itu tidak terlalu menanjak, kiri kanan ada bukit, vegetasi hutannya lebih rimbun dibanding Sembalun Lombok Timur dan Senaru Lombok Utara.

Selain panas tidak terlalu menyengat, terdapat sumber air di beberapa titik.  Hanya saja, pendaki dibatasi sampai Pelawangan. Karena untuk summit ke puncak 3.726 mdpl masih berbahaya akibat longsor. Kondisi sama juga untuk jalur menuju Danau Segara Anak masih ditutup akibat longsor.

Sesuai hasil rapat, ada sejumlah kebijakan yang diterapkan sebagai regulasi mengatur jalur pendakian satu satunya ini. Seperti mekanisme booking e-ticket.

‘’Pembelian tiket masuk pendakian dilakukan secara online,’’ jelasnya. Booking online disediakan melalui laman eRinjani.  Sejumlah pihak juga dapat menggunakan situs ini untuk promosi objek wisata di jalur Aik Berik.

Dengan sistem pemesanan  tiket ini, akan diatur soal pembatasan pendaki maksimal 150 orang per hari. Diterapkan juga sistem mekanisme check in dan check out. Pola ini untuk mengecek tiket pendaki dan barang bawaannya saat   check in. ketika check out, akan diperiksa barang bawaan pendaki. Jika ada barang bawaan berpotensi  jadi  sampah, maka akan diperiksa saat check out sehingga dapat dipastikan sampah itu dibawa turun.

Tidak sampai di kesepakatan untuk membuka jalur, TNGR bersama sejumlah pihak akan membentuk tim kecil. Tugas tim ini untuk mengkaji penataan jalur Aik Berik. Sebab akan dilalui dalam waktu cukup lama, tahun 2020 mendatang setelah dua jalur resmi lainnya   Senaru dan  Sembalun resmi dibuka.

Sementara itu kebijakan yang berlaku di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) akan diserahkan ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat. Aturan aturan tentang larangan penebangan dan menjaga vegetasi lainnya akan disosialisasikan kepada pendaki.  (ars)