Siapkan Tiga Skenario, Ibadah Haji 2021 Tunggu Kepastian Arab Saudi dan Pusat

KH. M. Zaidi Abdad

Mataram (Suara NTB) – NTB masih menunggu informasi dari Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Pusat terkait penyelenggaraan ibadah haji 2021. Untuk penyelenggaraan ibadah haji 2021, Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan tiga skenario.

‘’Penyelenggaraan haji tahun ini, kami berpedoman pada informasi dari Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia. Dan informasi yang terakhir kami dapat, masih pada tiga skenario,’’ ujar Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. KH. M. Zaidi Abdad., M.Ag., melalui Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Hj. Eka Muftati’ah, S.H., M.H., pada acara media gathering di kawasan wisata Senggigi, Selasa, 2 Maret 2021.

Iklan

Muftati’ah menyebutkan, tiga skenario untuk penyelenggaraan ibadah haji 2021. Pertama, apabila pandemi Covid-19 sudah tidak ada lagi. Maka kuota calon jemaah haji NTB akan mendapatkan kuota penuh.

Kedua, apabila pandemi Covid-19 bisa terkendali, maka kuota jemaah dibatasi, antara 30, 40 sampai 50 persen. Jumlah jemaah calon haji yang diberangkatkan setiap tahun sebelum adanya pandemi sebanyak 4.494 orang. Artinya, jika ada pembatasan kuota, maka yang diberangkatkan hanya setengahnya, apabila kuota dibatasi 50 persen.

Sedangkan skenario ketiga, kata Muftati’ah, apabila pandemi Covid-19 tidak bisa terkendali dan masih  seperti kondisi saat ini. Maka penyelenggaraan ibadah haji 2021 akan ditunda lagi.

Menurut Muftati’ah, jika skenario kedua yang terjadi, yaitu jumlah jemaah dibatasi. Maka akan banyak polemik. Karena semua jemaah haji yang gagal berangkat 2020, berhak diberangkatkan tahun 2021.

Jika ada pembatasan usia jemaah calon haji yang diberangkatkan antara umur 18 – 60 tahun. Maka akan ada masalah juga karena batasan usia. Pasalnya, mayoritas usia jemaah calon haji NTB di atas 50 tahun ke atas. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional