Siapkan Tenaga Terampil dan Profesional

H. Lalu Saswadi, H. Agus Patria, Mirate (Kades Kuta). (Suara NTB/ars)

PAGELARAN MotoGP tinggal menunggu waktu. Pemerintah menyiapkan sarana penunjang untuk menyambut ajang olahraga dunia tersebut. Lombok sebagai tuan rumah harus mendapat efek tetes. Pelatihan tenaga kerja sangat penting untuk menyiapkan tenaga terampil dan profesional, supaya masyarakat tidak menjadi penonton di daerah sendiri.

Kadisnakertrans NTB, H. Agus Patria, SH, MH mengungkapkan, masyarakat sering menyuarakan jumlah  tenaga kerja yang akan mendapatkan manfaat dari penyelenggaran MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah. Potensi tenaga kerja harus dikembangkan sehingga mampu bersaing dengan daerah lain seperti tenaga kerja berasal dari Pulau Jawa maupun luar negeri.

Iklan

Salah satu upaya Pemprov NTB ditawarkan adalah konsep pelatihan untuk menghasilkan tenaga kerja profesional dan terampil. Pelatihan ini sebagai tanggung jawab pemerintah menghasilkan tenaga kerja siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar Lombok. Tenaga terampil dan profesional dicetak agar investor mau merekrut mereka bekerja.

‘’Rekrutmen orang diajak ikut pelatihan dulu sebagai instruktur atau bagian dari kebutuhan industri,’’ kata Agus Patria.

Pemerintah mengantisipasi permasalahan yang akan muncul jika tenaga kerja terampil dan profesional tidak disiapkan melalui pelatihan-pelatihan. Sebab, perusahaan di kawasan industri akan mengutamakan tenaga kerja memiliki keterampilan yang andal dan profesional. Kompetensi ini dimiliki oleh pekerja dari luar negeri, sehingga tenaga kerja lokal akan kalah saing.

Untuk menyamakan keterampilan dengan tenaga kerja dari luar, pemerintah telah memiliki Balai Latihan Kerja serta ratusan lembaga pelatihandi NTB. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tinggal mengkalkulasikan berapa kebutuhan tenaga kerja. Artinya, perlu ada manajemen yang membantu dan nantinya diberdayakan oleh ITDC. ‘’Harapan masyarakat begitu besar bisa diberdayakan,’’ tambahnya.

ITDC sebut Agus Patria, merekrut tenaga kerja dan pelatihan bisa dikeroyok bersama. Pemerintah akan menyiapkan fasilitas penunjang untuk mendukung proses rektrumen. Apalagi ITDC merupakan kawasan dunia perhotelan,sehingga tenaga dibutuhkan sudah siap.

Mewujudkan hal itu bisa berkolaborasi. Perlu ada pembagian tugas yang jelas hingga prioritas agar lebih mudah mengambil kebijakan.

Selama ini, kawasan industri seringkali tidak memberikan manfaat maksimal dalam menyerap tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, investasi di NTB harus bersinergi dengan rakyat dan memberikan keuntungan. ‘’Selama ini jarang ada industri mempublikasikan, sehingga masyarakat mengetahui tentang kesungguhan tenaga kerja, pola, tahapan pembangunannya dan lain sebagainya,’’ujarnya. Agus juga meminta ITDC memberikan keyakinan kepada investor bahwa investasi di KEK Mandalika aman.

Sementara itu, Kadiskop UMKM NTB, Drs. H. Lalu Saswadi, MM, menambahkan, koperasi dan UMKM juga merupakan entitas yang tidak terlepas dari tenaga kerja. Menurut Saswadi, penyedian lapangan kerja disesuaikan dengan kondisi saat ini. Keberadaan KEK Mandalika menurutnya perlu menjadi program yang terencana secara bersama. ‘’Ini adalah ikhtiar bersama,’’ tambahnya.

Berbicara mengenai UMKM, sambungnya, sebelum terbangun tempat penginapan (hotel,red) pelaku usaha seharusnya menyusun konsep terlebih dahulu. Karena itu, Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo meminta memberdayakan UMKM di kawasan tersebut. Sebanyak 303 lapak telah disiapkan dan sudah habis terbagi karena banyaknya peminat. Namun, sampai saat ini UMKM belum terisi disebabkan belum memiliki keterampilan.

Di bulan Februari 2020 sebut dia, pihaknya telah melatih sekitar 150 pelaku. Namun demikian, tidak mungkin mereka akan mulai berdagang jika kondisi di KEK masih sepi. ‘’Mal saja, UMKM sudah ada. Tetapi kalau pembelinya tidak ada pasti tidak bertahan selama tiga bulan. Karena tidak mampu menggaji karyawan,’’ katanya mencontohkan.

Ia menambahkan, produk UMKM di Lombok terus dikembangkan untuk mendukung pagelaran MotoGP. Bahkan, pihaknya menyiapkan produk untuk dipamerkan di New York, Amerika Serikat.

Dia menilai, pengusaha lokal lebih cepat merespons jika melihat adanya peluang usaha. Pemerintah perlu menyiapkan pelatihan kepada calon pedagang baik di areal KEK Mandalika maupun daerah penyangga. ‘’Kami sudah berdiskusi dan ada 27 produk disiapkan dan dikurasikan. Kami berharap kainnya boleh diambil dari luar, tapi sablon dikerjakan di rumah oleh warga,’’ harapnya.

Di satu sisi, dikatakan Saswadi, yang sedang dipikirkan adalah lapangan kerja dengan hadirnya KEK Mandalika dapat menampung masyarakat setempat. Kedua,UMKM yang baik di NTB hampir 600 ribu lebih. Ini membutuhkan perhatian lebih terutama masalah produknya.

Berbagai jenis kebutuhan pasar di luar KEK Mandalika sesuai perintah pemerintah pusat akan dipenuhi. Kawasan sentra UMKM jadi produk paket wisata. Ini mempermudah dalam membina pelaku UMKM.

Selain itu, pihaknya sedang mengikhtiarkan dengan kebijakan Kementerian Koperasi dan UKM sumber pendanaan dalam bentuk bantuan modal tidak lagi diarahkan ke bank, melainkan melalui lembaga pendanaan bergulir. ‘’Sekarang UMKM tidak boleh lagi melalui bank untuk modal usaha, tapi melalui gerakan koperasi,’’ucapnya.

Masyarakat Ingin Tukar Guling

Sementara itu, Kepala Desa Kuta, Mirate menyampaikan, tidak ada kendala dari sisi pengerjaan infrastruktur penunjang penyelenggaraan MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Hanya saja, masyarakat setempat menginginkan tukar guling lahan. Sebab, lahan di dalam areal KEK Mandalika kini dihargai lebih murah dibandingkan di luar areal.

‘’Masyarakat sebenarnya menunggu siapa sebenarnya berhak membebaskan tanahnya,’’ kata Mirate. Dia melihat manajemen ITDC yang diutus berkomunikasi dengan masyarakat tidak cocok, sehingga diharapkan ada perwakilan lain yang bisa bernegosiasi dengan masyarakat.

Pengalamannya bekerja selama enam tahun di ITDC. Mestinya perusahaan mau menukar guling lahan dari Triputri sampai Montong Ekor sekira 100 meter lebih di dalam kawasan ITDC. Dengan demikian, hal ini akan mempermudah dan mempercepat proses pengerjaan proyek. ‘’Masyarakat bukan menolak. Tapi mereka mau tukar guling saja,’’ ucapnya.

Untuk pengerjaan proyek pengaspalan sambungnya, sudah berulangkali bertemu dengan kontraktor pelaksana. Mirate akan melindungi sepenuhnya pekerja supaya proyek lancar. “Saya akan lindungi semua pekerja,” tegasnya. (cem)