Siapkan SOP, Antisipasi Jadwal Sandar Kapal Pesiar

Lalu Bayu Windia (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs.H.Lalu Bayu Windya menerangkan, jadwal sandar kapal pesiar untuk periode Oktober sampai saat ini belum mengalami perubahan. Untuk itu, pihaknya menyiapkan lagi standard operational procedure (SOP) yang dibutuhkan untuk menyambut kapal pesiar tersebut.

‘’Semuanya masih on schedule seperti jadwal lama, tapi tetap dengan protokol Covid. Kita siapkan lagi SOP-nya,’’ ujar Bayu saat dikonfirmasi, Selasa, 13 Oktober 2020. Diterangkan, sampai saat ini ada lima kapal pesiar yang masih memiliki jadwal sandar di Pelabuhan Gili Mas.

Iklan

Masing-masing kapal pesiar disebut akan membawa ribuan wisatawan mancangegara (wisman). “Ada 5 kapal yang datang di Oktober, November dan Desember. Kapalnya sendiri itu ada Viking Orion, Sea Princess, Star Breeze, Aida Vita, dan Silver Muse,’’ ujar Bayu.

Diterangkan, kapal pertama yang akan datang adalah Viking Orion pada 27 Oktober mendatang. “Mudah-mudahan kan ini Oktober datangnya. Di Agustus, September sampai Oktober kalau keadaan membaik (untuk Covid-19) berarti dia akan on schedule juga,” jelasnya.

Menurut Bayu, kedatangan kapal pesiar tersebut telah memiliki izin internasional. Sedangkan untuk proses turunnya wisatawan dari kapal pesiar akan dievaluasi dan dilakukan dengan memberlakukan protokol Covid-19 secara ketat.

“Kita sudah rapatkan, SOP harus sesuai kesehatan. Seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan lainnya. Tentu juga ada pemerikasaan sebelum kapal bersandar, semua kapal diperiksa. Kalau sudah semua dinyatakan sehat baru boleh bersandar,” ujar Bayu.

Sementara itu, rute perjalan wisatawan kapal pesiar disebutnya masih bersifat one day trip. Di mana ada beberapa destinasi wisata yang dikunjungi seperti pusat oleh-oleh dan beberapa destinasi lainnya di Kota Mataram.

Kendati demikian, melihat zonasi penyebaran Covid untuk rute yang biasa dilewati, maka pengalihan mungkin saja dilakukan. “Senggigi Lombok Barat (Lobar) dan Lombok Tengah rute mereka, tapi sebenarnya rutenya sudah ada masing-masing,” jelasnya.

Untuk penerapan SOP juga akan dilakukan bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram, KSOP, pihak Pelindo dan lain-lain. Untuk mencegah potensi penularan Covid-19 dari penumpang dan kru kapal pesiar, maka akan dilakukan pemeriksaan berlapis.

Pemeriksaan pertama antara lain dilakukan pada barang-barang bawaan penumpang yang mungkin memiliki risiko sebagai media transmisi virus. Jika dinyatakan aman dari risiko penyakit, maka akan dilaporkan pada pihak KSOP untuk mengatur proses sandar.

Saat penumpang turun dari kapal pemeriksaan kembali dilakukan satu per satu untuk pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun. ‘’KSOP dan KKP yang khusus bekerja. Mereka bekerja sesuai standar, seperti KSOP menggunakan standar IMO (International Maritime Organization) dan KKP standarnya WHO. Semua prosedur ini berjalan seperti semestinya,” tandas Bayu. (bay)