Siapkan Lamtoro Beef, Program IndoBeef Kerjasama dengan 12 Balai KPH se-Pulau Sumbawa

Proses pengujian pakan ternak sapi di NTB.(Suara NTB/ist)

Selama empat hari Proyek IndoBeef yang didukung oleh Fakutas Peternakan UNRAM, BPTP NTB dan ACIAR (Australia Centre International Agriculture Research), menggandeng 12 Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Pulau Sumbawa Dinas LHK NTB.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Dahlanuddin, project leader pada roadshow pertamanya di Kabupaten Sumbawa. Diskusi roadahow ini melibatkan lima Balai KPH di Kabupaten Sumbawa. Menurut Prof. Dahlan, masa depan peternakan NTB ada di lahan kering yang sebagian besar ada di kawasan hutan.

Iklan

Roadshow pertama pada 22 September 2020 melibatkan lima Balai KPH yang wilayah hutannya di Kabupaten Sumbawa, yakni KPH Ropang, KPH Orong Telu, KPH Ampang Plampang, KPH Batulanteh, KPH Brang Beh.

Dalam mendorong penyediaan hijauan pakan ternak berupa tanaman Lamtoro, akan mampu meningkatkan tutupan lahan (land covering) baik lahan masyarakat maupun kawasan hutan yang juga menjadi indikator kinerja KPH.

Kepala Bidang Pengelolaan Hutan Dinas LHK NTB, yang memimpin roadshow ini, Julmansyah, S.Hut., M.A.P, menjelaskan bahwa terobosan ini adalah bentuk strategi Dinas LHK untuk melibatkan banyak pihak dalam pemulihan hutan kita. Selain itu, terobosan ini juga memiliki dampak ekonomi.

“Karena kita tidak bisa mengelola hutan tanpa partisipasi masyarakat dan pihak lain. Ini cara kami untuk mempertahankan NTB sebagai sumber ternak nasional, tetapi harus melakukan transformasi pola beternak masyarakat pulau Sumbawa,” ujarnya.

Roadshow akan dilanjutkan di KPH yang masuk wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima, yakni KPH Mariadonggomasa dan KPH Madapangga rompu waworada. Roadshow tahap ketiga dengan tiga balai KPH yang mengelola kawasan hutan di Kabupaten Dompu. Serta roadshow keempat di Kab Sumbawa Barat dengan dua Balai KPH.

Respon para Kepala KPH di wilayah Sumbawa, sangat positif, dimana pihak IndooBeef akan memfasilitasi proses cross visit atau kinjungan silang antar petani peternak sekitar kawasan hutan dengan peternak Lamtoro yang berhasil.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Tanda Panjaitan dari BPTP NTB UPT Balai Kementerian Pertanian salah satu anggota team dari IndoBeef. Selain itu, lanjut Dr. Tanda, pihak IndoBeef juga menyediakan persemaian dan bibit Lamtoro yang akan ditanam oleh petani binaan KPH se-Pulau Sumbawa.

Beberapa pekan lalu, di Mataram, Menteri Pertanian RI. Bapak Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur NTB saat meluncurkan Special Bali Beef yang merupakan produk dari Indobeef sejak 2011 lalu. Menteri Pertanian, memberi apresiasi dan mendukung Special Bali Beef ini.

Menurut Prof. Dahlan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan skema pemasaran dan distribusi daging sapi bali dr Lamtoro ini hingga masuk pasar premium. Mengingat daging sapi bali dari IndoBeef ini telah berhasil sebagai bahan steak yang kelembutan dan tekstur dagingnya mirip daging impor. Hal inilah yang memperkuat keyakinan Indobeef agar perlu ada perluasan tanaman Lamtoro sebagai cadangan makanan sapi di Pulau Sumbawa.

“Kedepan akan tumbuh industri lokal dengan bahan baku daging sapi lokal. Meski tantangannya adalah daging impor yang penetrasinya di ke pasar lokal,” ujar Prof. Dahlan. (aan/r)