Siapkan Kawasan Industri Halal

0
Hj. Nuryanti (Suara NTB/ham)

PEMPROV NTB terus melakukan gebrakan dalam mengembangkan berbagai potensi yang ada di daerah ini. Jika sebelumnya, di NTB sudah dikenal dengan adanya kawasan wisata halal, maka Pemprov NTB, melalui Dinas Perindustrian (Disperin) sedang menyiapkan kawasan industri halal.

Kepada Suara NTB belum lama ini, Kepala Disperin NTB Hj. Nuryanti, menjelaskan, dalam mendukung pengembangan kawasan industri halal, pihaknya telah menyusun Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang Roadmap Halal Industrial Park. Bahkan, sekarang ini, rapergub ini sedang dalam tahap konsultasi publik.

IKLAN

Dalam mengembangkan kawasan industri halal ini, ujarnya, pihaknya sudah menyiapkan tiga kawasan dengan luas masing-masing 5 hektar dan berada di kawasan hutan produksi, yakni di Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Tengah.

Kawasan industri halal ini, tambahnya, diperuntukkan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang berada di hutan produksi. Nantinya, pemerintah akan memfasilitasi pengembangan IKM, karena pemerintah melihat pelaku IKM ini sangat layak untuk mendapatkan tempat produksi yang stabil.

Menurutnya, kawasan industri halal merupakan Science Technology and Industrial Park (STIP) yang diperluas di kabupaten/kota. Apalagi saat ini, Pemprov NTB telah membangun STIP di Banyumulek Lombok Barat sebagai tempat inkubasi bisnis.

Diakuinya, keberadaan kawasan industri halal cukup mengguntungkan bagi pelaku IKM, karena membuka peluang kerjasama dengan investor. Untuk itu, keberadaan roadmap ini menjadi acuan investasi di masa mendatang. Artinya, kalau ada investor yang masuk ke NTB jika ada prosedurnya seperti ini dan lahannya sudah ada, maka kerjasama investor dan IKM tinggal dilanjutkan.

Selain itu, tambahnya, ada beberapa acuan untuk membuat kawasan industri halal. Acuan ini diharapkan dampaknya pada produk IKM NTB bisa lebih cepat, murah dan mudah diperoleh. Sekarang ini, pihaknya masih melakukan konsultasi publik tahap pertama dan ditargetkan selesai pada 25 Mei mendatang.

Konsultasi publik ini, tambahnya, untuk menjaring masukan dari masyarakat dan stakeholders terkait.  Setelah itu, pihaknya akan melakukan konsultasi publik tahap kedua. Pada konsultasi publik tahap dua ini, pihaknya punya gambaran seperti apa model daripada pengembangan kawasan industri halal dan tahapannya seperti apa. (ham)

IKLAN