Siapkan Akomodasi MotoGP 2021, Pusat akan Bangun Rusun dan Rusus di KEK Mandalika

Ilustrasi Rusus

Mataram (Suara NTB) – Mengatasi kekurangan jumlah kamar hotel atau sarana akomodasi pada saat pelaksanaan MotoGP Mandalika 2021 mendatang. Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR berencana membangun rumah susun (rusun) dan rumah khusus (rusus) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Kementerian PUPR sudah menyiapkan anggaran dalam APBN 2020 sebesar Rp20 miliar. Namun, pembangunan rusun dan rusus tersebut masih terkendala kesiapan lahan. Karena lahan yang akan digunakan milik Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) maka harus ada persetujuan dari Menteri BUMN.

Iklan

Kemarin sudah kita rapatkan. ITDC sanggup tapi prosedurnya harus melalui Menteri BUMN. Insya Allah nanti mungkin ada koordinasi khusus antara pak Gubernur dengan Menteri BUMN dan Menteri PUPR. Agar tanah ITDC, menurutnya tidak masalah tapi butuh izin dari Menteri BUMN, kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) NTB, Ir. H. Azhar, MM dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 5 Juni 2020.

Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Rusun dan Rusus sekitar 3 hektare. Satu hektar untuk pembangunan Rusun dan 2 hektar untuk pembangunan Rusus. Rusun yang dibangun tersebut rencananya sebanyak 80 kamar. Sedangkan Rusus sebanyak 48 unit.

Rusun dan Rusus ini akan diperuntukkan bagi pekerja pariwisata yang berada di sekitar KEK Mandalika. Namun, kata Azhar, pada 2021 mendatang Rusun dan Rusus ini dapat digunakan sebagai akomodasi atau tempat menginap para pengunjung yang akan menyaksikan MotoGP Mandalika. Sebelum dipergunakan para pekerja pariwisata, kita gunakan untuk MotoGP, katanya.

Ia menyebut anggaran sebesar Rp20 miliar sudah siap. Tinggal menunggu kesiapan lahan untuk lokasi pembangunan. Diharapkan pada bulan Juni ini persoalan lahan sudah tuntas. Sehingga dapat segera dilakukan pembangunan. Karena pembangunan rusun dan rusus ini ditargetkan tuntas pada 2020. Dan pada 2021 sudah dapat dipergunakan. “Bulan ini kita tunggu (masalah lahan) dari ITDC,” tandas mantan Kepala Dinas PUPR NTB ini.

  Investor Asing Ajukan Izin “Money Changer” di Lingkar KEK Mandalika

Sebagaimana diketahui, ketersediaan akomodasi atau kamar hotel menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan jelang MotoGP 2021. Pasalnya, jumlah kamar hotel di NTB jauh dari kebutuhan. Dari 150.000 orang yang diperkirakan hadir menyaksikan MotoGP Mandalika 2021, jumlah hotel bintang sebanyak 88 hotel dengan jumlah 7.675 kamar dan hotel non bintang 1.244 hotel dengan jumlah 11.678 kamar.

Sebanyak 88 hotel bintang di NTB tersebar di Kota Mataram 28 hotel, Lombok Barat 37 hotel, Lombok Tengah 4 hotel, Lombok Timur 2 hotel, Lombok Utara 9 hotel, Sumbawa Barat 1 hotel dan Sumbawa 7 hotel.

Sedangkan 1.244 hotel non bintang yang ada di NTB tersebar di Kota Mataram 122 hotel, Lombok Barat 149 hotel, Lombok Utara 566 hotel, Lombok Tengah 105 hotel. Selanjutnya Lombok Timur 143 hotel, Sumbawa Barat 39 hotel, Sumbawa 53 hotel, Dompu 35 hotel, Bima 14 hotel dan Kota Bima 18 hotel non bintang. Hotel non bintang ini berupa hotel melati dan pondok wisata. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here