Siap Lepas Jabatan, Rektor Unram Berhasrat Maju Pilgub NTB 2018

Mataram (Suarantb.com) – Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Ir. H. Sunarpi, Ph.D menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon gubernur (Cagub) NTB pada Pilgub 2018 mendatang. Sunarpi menyatakan siap melepas jabatannya sebagai dosen dan guru besar Unram.

Menurut Sunarpi, keinginannya untuk maju sebagai Cagub NTB, bukan semata-mata mengejar jabatan. Melainkan sebagai suatu ikhtiar dalam pengabdian. Oleh karena itu ia memandang apapun posisi atau jabatan yang ia emban, baik sebagai rektor atupun jika terpilih sebagai gubernur merupakan sebuah amanah untuk mensejahterakan masyarakat NTB.

Iklan

“Kalau memang itu adalah kehendak yang sangat kuat dari masyarakat dan juga merupakan sebuah panggilan Allah, maka saya bismillah,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 1 November 2016.

Sunarpi mengaku siap untuk melepas jabatannya sebagai Rektor Unram dan sekaligus status guru besar yang tengah disandangnya. Menurutnya, hal tersebut akan dilepaskan bukan dalam konteks untuk mengejar jabatan semata, melainkan niat untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara.
“Jangankan harta saya, jabatan saya, jiwa pun harus saya korbankan. Saya bismililah kalau memang itu panggilan jihad,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui tak ingin untuk bergerak, mengingat tahapan Pilgub akan dimulai pada pertengahan 2017. Ia terlebih dahulu akan melihat hasil survei sejauh mana masyarakat menginginkan maju memperebutkan kursi orang nomor satu di NTB. Setelah itu baru ia akan mulai bergerak untuk membangun komunikasi dengan masyarakat maupun partai politik.

“Nanti kita lihat apakah akan lewat jalur independen, atau lewat jalur parpol. Intinya kembali pada kehendak masyarakat NTB. Kalau masyarakat menginginkan saya, mau lewat jalur independen sekalipun saya rasa tidak terlalu sulit. Tapi dengan partai juga sedang kita bangun komunikasi,” ujarnya.

Sunarpi mengakui dalam satu tahun terakhir ini, ia cukup intens turun ke tengah-tengah masyarakat melalui program Unram mengabdi. Dari sanalah ia menangkap aspirasi dan harapan dari masyarakat NTB yang begitu besar menginginkan dirinya untuk menjadi NTB satu.

Ia menilai salah satu syarat menjadi pemimpin NTB yang saat ini tengah terbuka dengan dunia luar adalah memiliki kemampuan membuat jejaring internasional disertai pemikiran luas dan terbuka.

“Masyarakat NTB kedepan memerlukan kepemimpinan yang holistik yang memiliki pemikiran luas dan jaringan internasional yang luas. Karena NTB ini bukan lagi kawasan yang terisolir, kita sudah terbuka dengan dunia,” ujarnya.

Sunarpi mengatakan salah satu tantangan NTB kedepan yang perlu mendapatkan perhatian adalah soal kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga ia tidak heran SDM yang lemah menyebabkan NTB meskipun memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah, namun perkonomian masyarakat masih tetap dalam kondisi terpuruk.

“Kalau SDM kita sudah baik, maka dia akan mampu untuk mengeksplorasi SDA secara berdaulat. Sehingga prioritas pertama, saya kira adalah membenahi pendidian kita, dari semua lapirsan, karena hanya dari ini, kita bisa maju,” ucapnya.

Sementara itu untuk sektor ekonomi sebagian besar masyarakat NTB masih terperangkap dalam ekonomi yang lemah. Hal itu diakibatkan masyarakat NTB masih belum mampu untuk bersaing secara bebas. Pembangunan yang ada tidak sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat.

“Sehingga pertanyaan saya pertumbuhan pembangunan ini untuk siapa. Nah untuk itu harus diberikan perlindungan untuk masyarakat,” pungkasnya. (ast)