Siaga Darurat, 183.411 Jiwa di Lotim Terancam Kekeringan

Petugas dari BPBD Lotim melakukan pendistribusian air bersih di wilayah Kecamatan Suela, belum lama ini. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bencana kekeringan dan krisis air bersih mulai mengancam sebagian wilayah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Pasalnya, kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Lombok ini berstatus siaga darurat bencana kekeringan. Tercatat sebanyak, 183.411 jiwa yang terancam mengalami kekeringan dari 14 kecamatan.

Kepada Suara NTB, Selasa, 18 Agustus 2020, Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Lalu Rusnan, mengatakan, berdasarkan data siaga darurat kekeringan NTB per tanggal 18 Agustus 2020 tersebar di 9 kabupaten/kota, 75 kecamatan, 345 desa, 199.294 KK dan 705.691 jiwa. Dari jumlah tersebut, 14 kecamatan disumbang oleh Kabupaten Lotim, 74 desa, 61.417 KK dan 183.411 jiwa.

Iklan

“Kita sudah menetapkan siaga darurat kekeringan. Untuk jumlah wilayah kita di urutan nomor dua dengan 14 kecamatan. Terbanyak Kabupaten Sumbawa dengan 17 kecamatan,” terangnya.

Dari 14 kecamatan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Lotim, beberapa wilayah mulai dilakukan pendistribusian air bersih berdasarkan permintaan masyarakat dan pemerintah desa. Kecamatan yang meminta untuk didistribusikan air bersih, yaitu Kecamatan Suela, Jerowaru, dan Aikmel.

Penetapan siaga darurat kekeringan ini tertuang dalam keputusan, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, Nomor: 188.45/423/BPBD/2020 untuk menyiapkan langkah-langkah secara cepat dan tepat. Penetapan Lotim sebagai darurat bencana kekeringan untuk mengantisipasi risiko dampak bencana yang lebih luas. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya penanganan keadaan siaga darurat terhadap bencana kekeringan.  (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional