Sewa Ruko di Cakranegara akan Disesuaikan

H.Effendi Eko Saswito. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan Kota Mataram segera melakukan kajian terhadap rencana kenaikan sewa ruko di Pasar Cakranegara. Perubahan tarif akan disesuaikan dengan peraturan Walikota. Penetapan sewa ideal dirumuskan berdasarkan hasil kajian teknis.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram,H.Amran M.Amin mendukung keinginan Sekretaris Daerah Dr.H.Effendi Eko Saswito untuk mengoptimalisasikan pendapatan asli daerah (PAD) dari pemanfaatan aset oleh masyarakat. Salah satunya adalah penarikan retribusi sewa ruko di Pasar Cakranegara yang diharapkan segera dilakukan penyusunan kembali peraturan Walikota untuk perubahan tarif sewa tersebut.“Memang perubahan tarif belum masuk yang diharapkan Pak Sekda.Saya kira perintah Pak Sekda segera akan kita laksanakan,”kata Amran dikonfirmasi,Senin, 8 Maret 2021.

Iklan

Tarif sewa satu lokal ruko di Pasar Cakranegara Rp3 juta pertahun.Di tahun 2018 dilakukan perubahan atau penyesuaian menjadi Rp10 juta.Kenaikan biaya sewa demikian kata Amran,menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.Padahal,jika dibandingkan dengan tarif sewa dari swasta jauh lebih rendah yang ditarik pemerintah.

Amran akan menelisik kembali perubahan perda itu dan meminta dilakukan kajian kembali. “Memang setiap lima tahun sekali dilakukan evaluasi,”tandasnya.

Sebelas ruko di Pasar Cakranegara diakuisangat potensi karena letaknya di pusat bisnis di Kota Mataram.Penetapan tarif tidak bisa serta – merta dilakukan oleh pemerintah,tetapi butuh kajian,sosialisasi serta perubahan regulasi.Disatu sisi,pemerintah juga tidak bisa berpatokan dengan biaya sewa dari swasta.Bagaimanapun juga pemerintah juga melihat aspek pemberdayaan serta pelayanan kepada masyarakat. “Namanya masyarakat selalu mengambil posisi, kalau sudah ada wacana menaikkan, pasti bergejolak,”ucapnya seraya menambahkan permintaan meninjau kembali sewa ruko segera ditindaklanjuti oleh tim teknis di Dinas Perdagangan.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr.H.Effendi Eko Saswito sebelumnya, meminta Dinas Perdagangan meninjau kembali sewa ruko di Pasar Cakranegara.Sewa disetorkan ke daerah terlalu murah dan perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Ruko yang terletak di Jalan AA.Gde Ngurah Cakranegara itu kabarnya hanya dikenakan biaya sewa Rp3 juta pertahun dan naik menjadi Rp10 juta di tahun 2018.Nilai ini jauh sangat murah dibandingkan ruko milik swasta mencapai puluhan juta pertahunnya.Pengaturan sewa mengacu pada retribusi daerah,sehingga perlu diatur atau disesuaikan kembali dengan kondisi saat ini.Sekda menegaskan,sewa aset milik pemerintah dengan swasta tidak bisa disamakan.Sebab,pemerintah memiliki fungsi pelayanan dan tidak memberatkan masyarakat.“Ndak bisa disamakan dengan yang lain,”tandasnya.

Terkait nilai sewa Rp10 juta pertahun itu dinilai tidak ideal.Apalagi ruko tersebut sudah dibenahi atau renovasi,sehingga kondisinya lebih layak dari sebelumnya.“Iya, kalau sewanya segitu saya kira terlalu kecil,”ucapnya.(cem)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional