Sewa Aset Lahan Diduga Masuk Kantong Pribadi

Sewa kontrak lahan aset Pemda Lobar di Kuripan diduga masuk kantong oknum, sehingga penanganannya diambil alih pemda. (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Lahan aset daerah seluas 9,3 hektar di daerah Kuripan ditertibkan oleh tim Pemda Lombok Barat (Lobar). Selama belasan tahun sewa kontrak aset ini tidak masuk ke pemda. Hasil sewa kontrak ini pun diduga masuk ke kantong pribadi oknum, sehingga pemda pun langsung melakukan langkah tegas mengambil alih aset tersebut.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Lobar, H Fauzan Husniadi mengatakan aset daerah ini baru ditertibkan, karena pihaknya mengaku baru-baru ini mendapatkan informasi bahwa aset itu tidak pernah masuk sewa kontraknya ke Pemda.

Iklan

 Pihak pemda akan mulai melakukan sewa kontrak resmi pada bulan Juli dan masuk ke kas Pemda. Dari sewa kontrak lahan itu saja mencapai Rp 200 juta lebih setahun.  Siapa yang mengambil sewa kontrak ini? ia mengaku tidak tahu, yang jelas masuk ke oknum, karena penggarap lahan tidak memiliki kuitansi penyetoran sewa kontrak.

Kepala Desa Kuripan Hasbi yang ikut memasang plang di lahan itu mengatakan, aset itu berada di Dusun Karang Rumak seluas 6 hektar lebih. Lahan ini merupakan aset pemda .

Pihaknya baru tahu kalau aset itu masuk Desa Kuripan, karena sebelumnya wilayah ini mengambang karena dianggap masuk Desa Kuripan Utara. Namun setelah dibuka hasil pemekaran tahun 1996, ternyata lahan ini masuk ke Kuripan Induk. Lahan ini jelas mantan tim aset ini, merupakan tanah pecatu semua desa di Kecamatan Kuripan. Seperti Dusun Tempos, Jagaraga hingga Dasan Geres pecatunya satu kompleks di Kuripan.  ‘’Awalnya mau dipakai untuk sekolah IPDN, namun batal,’’ ujarnya.

Pihaknya meminta lahan itu dipasangkan plang, karena plang sebelumnya hilang. Rencananya, pihaknya akan mengambil alih sewa kontrak lahan ini. Ditanya soal sewa kontrak lahan itu, ia mengaku tidak tahu karena selama ini lahan ini diklaim oleh Desa Kuripan Utara, “Sekarang diambil alih untuk sewa kontrak, sesauai aturan pemda,”ujar dia.

Sementara itu, Pekaseh tanah Pemda Mulinah mengakui luas aset daerah yang masuk Desa Kuripan sekitar 7,5 hektar. Sisanya masuk  ke Desa Kuripan Utara dan ada juga dialihfungsikan untuk pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan UPTD Pertanian.

Lahan seluas 7 hektar lebih itu disewa kontrakkan sejak zaman bupati sebelumnya Dr. H. Zaini  Arony. Bahkan sejak ia masih kecil (sekitar puluhan tahun) lahan ini sudah disewakan. “Dari dulu disewakan ke warga,”imbuh dia.  (her)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional